Komisi III DPRD Bangli turun meninjau jalan penghubung Banjar Penatahan–Banjar Juwuk Bali, Desa Susut, yang putus total. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Komisi III DPRD Bangli akan menjadwalkan pemanggilan terhadap Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPerkim) untuk membahas penanganan jalan penghubung Banjar Penatahan–Banjar Juwuk Bali, Desa Susut, yang putus total. Pemanggilan dilakukan guna memastikan langkah konkret pemerintah daerah atas putusnya jalan tersebut.

Rencana pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari tinjauan lapangan yang dilakukan jajaran Komisi III pada Kamis (15/1).

Sekretaris Komisi III DPRD Bangli, I Made Sudiasa, mengatakan bahwa pihaknya berencana menjadwalkan pembahasan penanganan jalan tersebut dengan Dinas PUPRPerkim pada Senin mendatang. Pihaknya akan membahas penanganan jalan putus tersebut dengan serius mengingat jalan itu merupakan akses vital masyarakat setempat.

Baca juga:  Jalan Desa Saba Putus, Begini Kondisinya

“Ini adalah jalur paling pendek bagi masyarakat sekitarnya untuk menuju Bangli. Andai kata ini tidak tertangani dengan baik, masyarakat harus melingkar untuk mencari jalan lain,” kata Sudiasa.

Di sisi lain, Kepala Dinas PUPRPerkim Kabupaten Bangli, Dewa Agung Putra Suryadarma memastikan bahwa jalan putus tersebut akan ditangani segera.

Menurutnya, penanganan jalan tersebut kini memerlukan biaya lebih besar dari estimasi awal. Awalnya, penanganan dirancang dengan anggaran Rp1 miliar. “Waktu jebol pertama kira-kira cukup Rp1 miliar. Tapi karena sekarang sudah putus total, konstruksinya beda lagi,” ujarnya.

Dikatakan bahwa berdasarkan hasil survei terakhir, kebutuhan dana untuk penanganan jalan tersebut membengkak menjadi Rp2 miliar. Guna mempercepat proses tanpa menunggu APBD Perubahan, PUPRPerkim akan menempuh mekanisme pergeseran anggaran. “Kami tidak menunggu APBD Perubahan. Kemungkinan Februari nanti kita lakukan pergeseran,” tegasnya.

Baca juga:  Positif COVID-19 Bertambah, 15 Ribu Masker Dibagikan

Sebagaimana yang diketahui jalan yang menghubungkan Banjar Penatahan dan Banjar Juwuk Bali di Desa Susut tersebut jebol sejak akhir tahun lalu. Kerusakannya terus bertambah parah. Jalan yang sebelumnya hanya jebol sebagian, kini telah putus total. Seluruh aspal ambrol ke jurang.

Kepala Dusun Juwuk Bali Wayan Yudiana dikonfirmasi belum lama ini membenarkan bahwa kerusakan jalan tersebut bertambah parah setelah diguyur hujan Minggu (11/1). “Sebelumnya warga masih bisa lewat jalan kaki di pinggiran itu. Sekarang sudah tidak bisa dilalui sama sekali,”ungkapnya.

Baca juga:  Resahkan “Krama” Sanur, Dewan Minta Telusuri Proses Izin Reklame di Pantai

Putusnya jalan tersebut selama ini berdampak terhadap aktifitas harian masyarakat di kedua Banjar. Yudana mengatakan warga kini harus memutar jauh melewati jalan alternatif ke wilayah Sala, Desa Abuan.

“Dampaknya terutama pada anak-anak yang sekolah ke SD 3 Penatahan. Demikian juga warga Penatahan yang sawahnya ada di Juwuk Bali jadi harus memutar lebih jauh,” ujarnya.

Pihaknya berharap jalan putus tersebut bisa segera mendapat penanganan dari pemerintah. “Harapan kami bisa segera ditangani,” harapnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN