Sebuah video yang viral, tampak warga Desa Sumita dengan mudah mengelupas lapisan aspal hanya dengan tangan kosong. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan aksi protes warga Desa Sumita, Kabupaten Gianyar, terkait kualitas perbaikan jalan di wilayah mereka. Dalam sebuah video yang viral, tampak warga dengan mudah mengelupas lapisan aspal hanya dengan tangan kosong, memicu keraguan publik terhadap mutu infrastruktur daerah.

Warga mengeluhkan hasil pengerjaan yang dinilai asal-asalan dan tidak rapi. Selain dianggap tidak sesuai standar, kondisi aspal yang mudah mengelupas tersebut dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua yang rentan tergelincir.

Baca juga:  Ceceran Solar di Jalan Raya Amlapura-Singaraja Picu Lakalantas

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Gianyar, Gede Made Astawiguna, seizin Kadis PUPR Gianyar, Jumat (16/1), mengatakan bahwa Dinas PUPR Kabupaten Gianyar telah melakukan peninjauan lapangan pada Senin lalu. Pihak dinas turun langsung bersama aparat desa dan perwakilan masyarakat untuk mengecek titik yang dipermasalahkan.

Made Astawiguna menjelaskan bagian yang dikelupas warga dalam video tersebut bukanlah bagian utama dari badan jalan. “Yang terpantau di lapangan adalah yang dikelupas warga merupakan ceceran kelebihan hotmix di bahu jalan. Bagian tersebut tidak termasuk dalam perhitungan lebar perkerasan jalan maupun volume pekerjaan,” ujarnya.

Baca juga:  Kasat Sabhara Polres Jembrana Jabat Wakapolsek Pekutatan

Astawiguna menegaskan, setiap proyek infrastruktur di Gianyar tidak langsung dibayarkan begitu saja. Terdapat proses audit dan pengujian kualitas yang ketat untuk memastikan spesifikasi sesuai kontrak.

Ketebalan dan kepadatan aspal (hotmix) wajib melewati pengujian laboratorium. Pengujian dilakukan oleh laboratorium independen yang telah bersertifikasi untuk menjamin objektivitas hasil.

Made Astawiguna menekankan pembayaran kepada pihak rekanan hanya akan dilakukan jika hasil uji laboratorium menyatakan pekerjaan telah memenuhi standar teknis. Pemerintah Kabupaten Gianyar meminta masyarakat untuk tetap tenang dan meyakinkan bahwa pengawasan terhadap proyek infrastruktur tetap menjadi prioritas demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Jamaah Shalat Ied Meluber di Masjid Sudirman

 

BAGIKAN