Salah satu armada bus Trans Sarbagita menunggu jadwal keberangkatan di Gor Ngurah Rai, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Operasional Bus Trans Sarbagita koridor GOR Ngurah Rai (Denpasar)–Kota Gianyar resmi dihentikan per 1 Januari 2026.

Menurut Dinas Perhubungan Provinsi Bali selaku operator layanan transportasi publik itu, alasan dihentikannya koridor itu karena rendahnya jumlah penumpang. Selain itu, keterbatasan armada dan anggaran juga menjadi pertimbangan utama Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Trans Bali/Trans Sarbagita, I Nyoman Wiratama, mengungkapkan bahwa tingkat keterisian penumpang pada trayek GOR–Gianyar sangat memprihatinkan. Berdasarkan data sepanjang 2025, jumlah penumpang maksimal hanya mencapai tiga orang per hari.

“Sesuai data kami di tahun 2025, penumpang GOR–Gianyar sebanyak maksimal tiga orang per hari,” ujar Wiratama saat dikonfirmasi, Selasa (13/1).

Dijelaskan, seiring meningkatnya jumlah kendaraan pribadi di Bali, keberadaan angkutan umum seperti Trans Sarbagita semakin terpinggirkan. Denpasar dan Gianyar bahkan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kendaraan pribadi yang aktif terbanyak pertama dan ketiga di Bali.

Baca juga:  Upacara Penyerahan Pataka, Ini Disampaikan Kapolda Baru

Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali mencatat jumlah kendaraan bermotor aktif di seluruh wilayah Bali mencapai 3.485.080 unit hingga 31 Desember 2025. Secara wilayah, Kota Denpasar tercatat memiliki jumlah kendaraan aktif terbanyak dengan 1.068.105 unit, diikuti Kabupaten Badung sebanyak 741.520 unit, dan Kabupaten Gianyar sebanyak 387.074 unit.

Selain minim penumpang, faktor lain yang menyebabkan trayek GOR–Gianyar dihentikan adalah keterbatasan anggaran operasional. Wiratama menyebutkan, saat ini Trans Sarbagita mengoperasikan delapan unit armada setiap hari, dengan dua unit sebagai cadangan.

“Karena anggaran kita yang kurang akibat UMK (uang muka kerja-pembiayaan operasional sehari-hari),red yang naik cukup banyak,” imbuhnya.

Kepala Dishub Provinsi Bali, Kadek Mudarta, menegaskan bahwa setelah beroperasi selama tujuh bulan, koridor GOR Ngurah Rai–Gianyar akhirnya diputuskan untuk dihentikan. Sepinya penumpang serta keterbatasan armada menjadi dasar evaluasi Dishub Bali.

Baca juga:  Diguyur Hujan, Sejumlah Ruas Jalan di Denpasar Tergenang

“Untuk layanan GOR–Gianyar, tahun 2026 tidak kita laksanakan karena keterbatasan armada yang kita miliki dan akan kita optimalkan untuk meningkatkan keandalan layanan di koridor GOR–GWK. Selain itu, berdasarkan data, tingkat keterisian koridor GOR–Gianyar masih rendah,” ungkap Mudarta.

Mudarta menambahkan, sebanyak 10 unit bus Trans Sarbagita yang tersedia pada tahun ini akan difokuskan melayani koridor GOR Ngurah Rai–Politeknik Negeri Bali (PNB) di kawasan Bukit, Jimbaran, Kuta Selatan, yang memiliki permintaan penumpang lebih tinggi. Armada yang sebelumnya melayani rute GOR–Gianyar akan dialihkan untuk memperbaiki headway pada koridor GOR–PNB. “Dengan pengalihan ini, headway pada koridor GOR–PNB bisa diperbaiki demi kenyamanan penumpang,” ujarnya.

Saat ini, Dishub Bali tengah menjalani proses e-purchasing armada. Jika tidak ada kendala pada aplikasi e-katalog dan proses pengadaan rampung, layanan koridor GOR–PNB direncanakan mulai beroperasi kembali dengan headway yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. “Untuk layanan 2026, headway kita targetkan 30 menit pada jam sibuk. Tahun 2025 masih satu jam,” ungkap Mudarta.

Baca juga:  Toko Buah di Pasar Batukandik Terbakar

Sebagai informasi, koridor GOR Ngurah Rai Denpasar–Gianyar sebelumnya menggantikan rute GOR Ngurah Rai Denpasar–Terminal Pesiapan Tabanan, dengan headway 30–45 menit. Rute ini melintasi sejumlah ruas jalan utama di Denpasar dan Gianyar, baik untuk arah Denpasar–Gianyar maupun sebaliknya.

Selain koridor GOR Ngurah Rai–Gianyar, Mudarta juga menyampaikan bahwa koridor khusus GOR Ngurah Rai–Bangli untuk sementara waktu turut berhenti beroperasi. Namun berbeda dengan rute Gianyar yang ditutup permanen, layanan ke Bangli akan kembali dijalankan setelah proses administrasi dan pengadaan armada rampung.

“Untuk layanan ke Bangli akan kita proses pengadaannya bulan ini,” pungkas Mudarta. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN