
SINGARAJA, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, sejak Minggu (11/1) sore, mengakibatkan banjir dan merendam sedikitnya 47 rumah warga. Dua banjar dinas dilaporkan terdampak paling parah, sehingga sejumlah kepala keluarga terpaksa mengungsi.
Perbekel Desa Pancasari, Wayan Komiarsa, saat dikonfirmasi Senin (12/1), membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak sore hingga malam hari menyebabkan debit air meningkat drastis dan meluap ke pemukiman warga.
“Curah hujan cukup tinggi sejak sore sampai malam hari. Debit air memang besar, sehingga meluap dan merendam rumah warga. Ketinggian air hampir mencapai satu meter,” ujarnya.
Dua banjar dinas yang mengalami dampak terparah yakni Banjar Dinas Lalang Lingga dan Banjar Dinas Dasong. Selain merendam puluhan rumah, banjir juga memaksa beberapa kepala keluarga mengungsi ke rumah kerabat terdekat sambil menunggu air surut.
Komiarsa berharap Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama instansi terkait, termasuk Balai Jalan, segera melakukan penanganan menyeluruh. Pasalnya, kawasan jalur Singaraja–Denpasar, tepatnya di sekitar depan Bali Handara dan Bali Farm House, kerap menjadi langganan banjir saat hujan lebat.
“Beberapa warga kami terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi rumah tidak memungkinkan untuk ditempati,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan pihaknya telah bergerak cepat pascakejadian. Tim BPBD bersama pemerintah desa melakukan pembersihan di rumah-rumah warga yang terdampak banjir.
Ia menyebutkan, selain genangan air, banjir juga meninggalkan endapan lumpur dengan ketebalan mencapai sekitar 30 sentimeter di sejumlah rumah warga. “Tadi sudah kami lakukan pembersihan bersinergi dengan pemerintah desa. Sejumlah bantuan darurat juga telah disalurkan kepada warga terdampak,” jelasnya.
Terkait kerugian akibat banjir, Suyasa menyampaikan hingga kini pihaknya masih melakukan pendataan. BPBD Buleleng masih menghimpun data untuk memastikan dampak dan nilai kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. (Yudha/balipost)










