Ogoh-ogoh "Amrih Konta" diarak saat pembukaan Kasanga Fest 2025, Jumat (21/3). (BP/Agus Pradnyana)

DENPASAR, BALIPOST.com – Meski pangerupukan serangkaian hari raya Nyepi masih jauh, pembuatan ogoh-ogoh sudah dimulai. Di tengah proses pembuatan itu, sudah ada aksi-aksi yang tak diinginkan yakni perusakan dan ini terjadi di wilayah Badung.

Menyikapi hal tersebut, seluruh aparat kepolisian, termasuk Polsek Denpasar Timur (Dentim) melakukan langkah antisipasi. Polisi melakukan pendataan untuk pencegahan terjadinya pengerusakan karena bisa berdampak gangguan kamtibmas.

Baca juga:  Renovasi Pasar Suci Mulai Digarap

Menurut Kapolsek Dentim, Kompol Ketut Tomiyasa, Senin (12/1), pihaknya masih melakukan pendataan terkait banjar-banjar se-Kecamatan Dentim yang mulai menggarap ogoh-ogoh untuk kesiapan rangkaian hari raya Nyepi 2026. “Kami baru melakukan pendataan. Kepada Bhabinkamtibmas sudah saya sampaikan untuk mendata banjar-banjar yang sudah dan akan membuat ogoh-ogoh,” ujarnya

Selain itu, mengimbau agar dalam prosesnya selalu mengutamakan keselamatan dan tidak mengganggu ketertiban umum maupun gangguan kamtibmas lainnya. Pihaknya akan segera turun mengecek ke banjar-banjar yang sudah berproses membuat ogoh-ogohnya.

Baca juga:  Pangerupukan di Buleleng Dimeriahkan Seribuan Ogoh-ogoh

Evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya, Kompol Tomiyasa menjelaskan yang perlu diantisipasi adalah ogoh-ogoh terbakar saat proses pembuatan akibat percikan api saat ngelas. Oleh karena itu, perlu diingatkan kembali untuk lebih hati-hati. Terutama penggunaan bahan-bahan mudah terbakar.

Pihaknya mengimbau agar banjar-banjar selain ogoh-ogohnya dijaga juga dipasang CCTV di seputaran tempat pembuatan. “Rapat-rapat soal teknis sementara belum ada dan masih dikoordinasikan ke camat,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Polisi Antisipasi Dampak Pembatalan Penerbangan Karena Erupsi Lewotobi

 

BAGIKAN