
DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali memastikan layanan angkutan massal bus Trans Metro Dewata (TMD) tetap beroperasi pada tahun 2026. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Kadek Mudarta, Jumat (2/1), seiring dengan pengaturan anggaran operasional serta penyesuaian layanan demi meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan transportasi publik di kawasan Sarbagita.
Pada 2025, jumlah penumpang tercatat sebanyak 1.229.793 penumpang, dengan rata-rata 4.766 penumpang per hari. Sementara itu, pada 2024, jumlah penumpang Bus TMD tercatat sebanyak 1.624.337 penumpang, dengan rata-rata 4.462 penumpang per hari.
“Secara total, jumlah penumpang tahun 2025 memang lebih sedikit dibandingkan tahun 2024, karena pada tahun 2025 layanan Trans Metro Dewata baru mulai beroperasi kembali pada 18 April,” jelasnya.
Namun demikian, dari sisi rata-rata harian, terjadi peningkatan kinerja layanan. “Rata-rata jumlah penumpang harian pada tahun 2025 lebih tinggi dibandingkan tahun 2024, dengan persentase peningkatan sebesar 6,8 persen. Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap transportasi publik semakin baik,” ungkap Mudarta.
Ia menjelaskan bahwa anggaran operasional Bus TMD tahun 2026 bersumber dari APBD Provinsi Bali. Selain itu, pembiayaan operasional juga dilaksanakan melalui mekanisme sharing anggaran dengan pemerintah kabupaten/kota di kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan).
“Pendanaan operasional Trans Metro Dewata bersumber dari APBD Provinsi Bali dan dilaksanakan dengan mekanisme sharing melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada kabupaten/kota se-Sarbagita,” jelasnya.
Terkait operasional layanan pada tahun 2026, Mudarta menyampaikan bahwa jumlah armada bus yang digunakan tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, TMD mengoperasikan 65 unit bus dengan status siap operasi, 75 unit bus berstatus Standby Go Operation (SGO), serta 10 unit bus cadangan.
“Jumlah bus yang digunakan sama seperti tahun 2025, dan rute pelayanan juga tetap, yaitu 6 koridor layanan yang melayani kawasan Sarbagita,” ujarnya.
Meski demikian, Dishub Provinsi Bali akan melakukan efisiensi operasional, khususnya pada jam-jam dengan tingkat permintaan penumpang yang sangat rendah.
“Pada tahun 2026 akan dilakukan efisiensi pelayanan pada jam-jam tertentu, terutama pada saat dini hari serta malam hari menjelang akhir operasional, ketika jumlah penumpang relatif rendah,” kata Mudarta.
Ia menambahkan, pengaturan headway atau jarak waktu antarbus tetap dipertahankan secara rata-rata, dengan penyesuaian pada jam sibuk dan non-sibuk.
“Headway rata-rata masih sama, namun akan diatur lebih padat pada jam sibuk dan lebih jarang di luar jam sibuk, agar layanan tetap optimal dan efisien,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen untuk terus menjaga keberlanjutan layanan Bus TMD sebagai solusi transportasi massal yang ramah lingkungan, terjangkau, dan terintegrasi.
“Trans Metro Dewata merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam mengurangi kemacetan, menekan emisi, serta mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum,” tutup I Kadek Mudarta. (Ketut Winata/balipost)










