RSUD Tabanan tangani sejumlah pasien dampak kembang api. (BP/dok)

TABANAN, BALIPOST.com – Euforia malam pergantian tahun baru di Kabupaten Tabanan diwarnai sejumlah insiden luka akibat kembang api. RSUD Tabanan mencatat beberapa warga harus mendapat penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) akibat kelalaian saat menyalakan maupun berada di sekitar permainan kembang api, Rabu (31/12) malam.

Wakil Direktur Pelayanan dan Pengendalian Mutu RSUD Tabanan, dr. IGN Bagus Juniada, mengatakan pasien yang datang didominasi luka ringan hingga sedang. Seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur. “Seluruh pasien sudah mendapatkan penanganan di IGD dan kondisinya stabil sehingga diperbolehkan pulang,” ujarnya, Kamis (1/1).

Baca juga:  BPJS Kesehatan Tampik Telat Bayar Klaim ke Rumah Sakit

Adapun pasien yang ditangani mayoritas berjenis kelamin laki-laki dengan rentang usia remaja hingga dewasa. Seorang pria berusia 53 tahun asal Kerambitan mengalami luka pada kaki kiri akibat percikan kembang api. Sementara itu, seorang remaja berusia 14 tahun asal Baturiti dirujuk dari Puskesmas Baturiti I ke RSUD Tabanan karena mata kanannya terkena kembang api.

Kasus lain menimpa pria berusia 49 tahun asal Selemadeg Timur yang mengeluhkan nyeri pada mata kiri disertai luka robek di bagian atas mata. Selain itu, seorang pria berusia 28 tahun asal wilayah Kota Tabanan juga menjalani perawatan akibat nyeri pada jari tangan kanan setelah terkena kembang api.

Baca juga:  Melepas Matahari di Denpasar Tahun Ini Tanpa Musik dan Kembang Api

Sementara itu, RS Singasana juga menerima satu pasien akibat insiden serupa. Pasien berinisial KS (64), laki-laki, datang dalam kondisi sadar dengan keluhan nyeri pada jari tangan kiri.

Direktur RS Singasana, I Wayan Doddy Setiawan, mengungkapkan pasien mengalami luka cukup serius akibat ledakan kembang api saat dipegang. “Pada jari manis tangan kiri terdapat luka terbuka berukuran sekitar 4 x 2 sentimeter dengan perdarahan aktif. Sedangkan pada jari kelingking tangan kiri ditemukan luka terbuka tidak beraturan dengan perdarahan aktif,” jelasnya.

Baca juga:  Bangli Tambah Dua Kasus Positif Covid-19

Meski mengalami luka terbuka, pasien tersebut memilih pulang setelah mendapatkan penanganan awal di rumah sakit. “Pasien meminta pulang atas permintaan sendiri dan tidak bersedia menjalani rawat inap,” pungkas Doddy.( Puspawati/balipost)

BAGIKAN