Bangunan rumah warga di Klatakan, Desa Melaya mengalami kerusakan tertimpa pohon tumbang saat hujan deras Kamis (11/12) malam. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Dampak hujan deras yang mengguyur Jembrana, mengakibatkan dua bangunan mengalami kerusakan, di antaranya dapur semi permanen milik warga di Banjar Pangkung Lubang, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, roboh pada Rabu (10/12) malam.

Selain itu, rumah warga di Kelatakan, Desa Melaya, juga mengalami kerusakan akibat pohon tumbang hingga menimpa rumah. Bangunan dapur roboh, diduga akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Pergung.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, Jumat (12/12) mengatakan, ada dua kejadian rumah warga rusak yang telah dijajaki Tim Reaksi Cepat BPBD Jembrana sejak dua hari ini. Sebuah dapur milik lansia berukuran 3,3 x 3,3 meter roboh dampak hujan lebat. Dapur milik I Wayan Suanda (81) ini dari pengecekan memang sudah tidak digunakan memasak sehari-hari.

Baca juga:  Bupati Tinjau Pengoperasian PLTD Kutampi, Diharapkan Bisa Penuhi Kebutuhan Nusa Penida

“Bangunan ini sudah tidak berfungsi lagi untuk memasak, namun karena struktur kayunya yang sudah lapuk, ditambah hujan lebat, akhirnya bangunan tersebut roboh,” ungkapnya Jumat (12/12).

Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu II dan staf Pusdalops BPBD Jembrana yang melakukan kaji cepat memastikan penyebab utama robohnya bangunan adalah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak sore hingga malam hari, ditambah kondisi kayu bangunan yang sudah rapuh dan tidak mampu menahan beban air hujan.

Baca juga:  Kontes ''Lembongan Surf Competition'' Gali Potensi Peselancar Lokal

Sementara di Klatakan, Melaya, rumah warga tertimpa pohon tumbang, Kamis (11/12) malam pukul 22.30 Wita. Pohon tumbang dipicu hujan intensitas tinggi yang menyebabkan kondisi tanah menjadi gembur sehingga tidak mampu menahan beban pohon.

Pohon jenis santen dengan panjang ±25 meter dan diameter sekitar 40 cm tersebut tumbang dan menimpa rumah tempat tinggal (bangunan semi permanen) serta bangunan WC milik Suparmanto. “Kerusakan pada bagian atap rumah dan WC. Kedua kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa, dan kerugian telah kita perkirakan,” terangnya.

Baca juga:  Terganjal Lahan, Buleleng Batal Bangun TPA Terpadu di Desa Patas

Upaya langkah penanggulangan awal, BPBD Jembrana memberikan bantuan paket sembako dan terpal kepada pemilik bangunan. Artana Putra mengingkatkan kepada warga untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi hingga Februari mendatang. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN