
JAKARTA, BALIPOST.com – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta kepada pemerintah agar ke depannya memperkuat kebijakan mitigasi bencana. Hal ini disampaikan usai adanya bencana banjir bandang hingga longsor yang terjadi di berbagai wilayah di Sumatera.
Dalam menangani wilayah yang rawan bencana, menurut dia, manajemen penanggulangan bencana harus selalu dimulai dari upaya mitigasi yang dilakukan jauh sebelum ancaman bencana terjadi.
“Semoga Allah SWT senantiasa melindungi bangsa dan negara Republik Indonesia dari bencana serta memberikan keselamatan dan ketentraman bagi kita semua,” kata Puan saat pidato penutupan masa sidang dalam rapat paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (8/12).
Dikutip dari Kantor Berita Antara, ia mengungkapkan bahwa fenomena alam seperti curah hujan yang tinggi, gempa bumi, gunung api meletus, tsunami, dan berbagai gejala alam lainnya merupakan kejadian yang tidak dapat kita cegah maupun hentikan.
Namun yang dapat dan harus kita lakukan, kata dia, adalah mengelola risiko dengan memastikan bahwa lingkungan hidup, tata ruang, dan pemukiman berada dalam kondisi yang aman dan resiko bencana yang terkendali.
Dia juga menyampaikan apresiasi dan doa terbaik kepada seluruh pihak, baik Kementerian/Lembaga terkait, pemerintah daerah, TNI/Polri, relawan, tenaga medis, serta masyarakat yang telah bahu-membahu memberikan pertolongan dan dukungan di lapangan.
“Dalam situasi seperti ini, marilah kita memperkuat rasa solidaritas, empati, dan gotong royong sesama anak bangsa Indonesia, agar saudara-saudara kita yang terdampak dapat diringankan, segera bangkit dan pulih dari musibah yang terjadi,” katanya.
Saat rapat paripurna itu, dia pun sempat mengajak seluruh anggota dewan untuk mengheningkan cipta, untuk berdoa untuk keselamatan bangsa serta mendoakan korban bencana.
“Bagi para korban yang meninggal dunia, semoga mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa; serta bagi saudara-saudara kita yang mengalami luka dan kehilangan tempat tinggal, kiranya segera diberikan kesembuhan dan pemulihan, baik secara lahir maupun batin,” katanya. (kmb/balipost)










