
JAKARTA, BALIPOST.com – Atlet selancar ombak Indonesia I Made Pajar Ariyana menjuarai Liga Surfing Dunia (World Surf League) Qualifying Series (QS) 2000 Manokwari Pro di Pantai Petrus Kafiar Amban, Manokwari, Papua Barat, Minggu (30/11).
Pajar Ariyana menyabet trofi setelah mencetak nilai 17,50 dengan dua ombak terbaiknya yakni 9,83 dan 7,67 poin untuk mengungguli Dylan Wicoxen yang mencatatkan 15,50 poin.
“Sangat senang memenangi ini, solid heat dengan Dylan, tekanan sangat besar dari Dylan. Terima kasih kepada semua tim, PSOI, Kemenpora, dan coach-coach semua terima kasih, ibu, bapak di rumah terima kasih sudah men-support saya,” ujar Pajar dikutip dari Kantor Berita Antara.
Dylan lebih dulu mencatatkan nilai 8,50 untuk salah satu ombak terbaiknya yang memberi tekanan pada Pajar Ariyana. Namun, peselancar berusia 21 tahun itu kemudian mencatatkan nilai yang solid.
Dalam perjalanannya meraih gelar di Manokwari, Pajar tampil kuat dengan berhasil memenangi heat-nya pada babak pertama.
Meski berada di urutan kedua pada babak kedua, ia kemudian memastikan tempat di perempat final dan semifinal dengan mengungguli rekan senegaranya I Nyoman Artana dan Ketut Agus.
Sebelumnya, Pajar Ariyana telah mencatatkan prestasi di tingkat dunia dengan meraih medali emas dalam kejuaraan Asian Surfing Championship 2024 di Thulusdhoo, Maladewa.
Setahun berselang, Pajar menyabet medali perak pada Asian Surfing Championships 2025 Tamilnadu, di India. Ia bersama tim nasional selancar ombak Indonesia juga berhasil meraih emas nomor beregu putra.
Sementara itu di sektor putri Manokwari Pro, wakil Indonesia di babak final Jasmine Studer gagal meraih gelar setelah kompetitornya peselancar Jepang Anon Matsuoka juara Padang-Padang Cup 2025 itu.
Jasmine mencatatkan nilai 9,26 poin, sementara Matsuoka mencetak 15,00 dengan dua nilai ombak terbaik 8,17 dan 6,83 poin.
Manokwari Pro WSL QS 2000 terdiri atas empat divisi, yaitu opening men senior 40 orang, junior men 28 orang, women senior 16 orang, dan women junior 10 orang.
Sekitar 30 persen dari total peserta 94 orang berasal dari Amerika, Australia, Brasil, Inggris, dan Jepang. Sisanya, berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk atlet selancar lokal. (kmb/balipost)










