Atlet selancar Bali yang akan berlaga di PON Papua. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Cabor selancar tim Bali pada PON di Jabar 2016 silam, meloloskan 7 nomor sembari membawa pulang 5 emas dan 1 perunggu. Sedangkan, pada PON Papua, tim selancar Bali hanya meloloskan 3 peselancar.

Yakni Gusti Made Oka Sulaksana, Gusti Gopala Sulaksana, dan Gusti Agung Danendra Hazel. Pelatih selancar PON Bali Wayan Sujana, di Sanur, Jumat (20/8) menyebutkan, hasil Pra PON Oka Sulaksana keluar sebagai juara, di nomor RSX.

Sedangkan, Gopala turun di RS One dan Gusti Hazel di nomor Techno. “Hasil Pra PON tim selancar Bali hanya mendulang 1 emas, sedangkan Gopala dan Danendra harus puas menduduki peringkat keempat,” terangnya.

Baca juga:  Pelaksanaan PON XX Tetap 2021

Sujana memaklumi, cabor selancar di Bumi Cendrawasih hanya meloloskan tiga nomor, tanpa peselancar putri. “Ya… Kami hanya berupaya menggenjot peringkat Gopala dan Danendra, supaya bisa menyodok saat bertanding di PON Papua,” tuturnya.

Rencananya, tim selancar PON Bali bertolak ke Papua akhir September, kemudian mulai bertanding awal Oktober di Pantai Hamadi Jayapura. “Kami bisa berlatih sekitar 6 hari untuk penyesuaian dan adaptasi, di Pantai Hamadi. Kami memaklumi olahraga ini sangat tergantung dengan kondisi alam, sehingga kami harus mengenalinya, mulai arus, tiupan angin, sampai kondisi cuaca,” jelasnya.

Baca juga:  Respons Disrupsi, Debirokratisasi Kampus Jadi Hal Penting

Ia memaklumi, perolehan medali dipastikan merosot, namun dirinya tetap berupaya agar bisa meraih medali melebihi target. “Kami hanya mematok target 1 medali emas, syukur-syukur bisa melebihi, sebab kami tidak menurunkan tim putri,” kilah dia.

Yang membanggakan, peralatan bakal tiba dalam waktu dekat, seraya diharapkan mampu memotivasi semangat juang ketiga atlet selancar Bali. “Alat yang baru itu nantinya kami pakai latihan sebentar, kemudian langsung dikirim ke Papua, berbarengan sama rombongan atlet,” kata dia.

Baca juga:  Satpol PP Kota Denpasar Tertibkan Gepeng dan Anak Punk

Sujana mengakui, selama pandemi COVID-19, atlet asuhannya belum melakukan uji coba, mengingat tidak ada event. “Kami hanya berpatokan hasil Pra PON, dan dua peselancar yang menduduki peringkat empat supaya posisinya bisa menyodok,” harap dia.

Selama TC sentralisasi, ketiga atlet berlatih di seputaran Pantai Sanur, mulai pukul 11.00-16.00. “Kami berlatih fisik dengan berlari, sekaligus melaut tetap mengikuti prokes,” tandasnya. (Daniel Fajry/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *