
TABANAN, BALIPOST.com – Lapangan Singasana Skatepark di Kediri akhirnya mulai difungsikan perdana setelah resmi rampung pada September 2025 lalu. Fasilitas olahraga yang menjadi salah satu ruang publik baru bagi generasi muda ini digunakan untuk kegiatan Skateboard x Sepeda Competition Day 1 serta Singasana Mural Exhibition, Sabtu (8/11) hingga Minggu (9/11), sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-532 Kota Singasana Tahun 2025.
Plt. Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Tabanan, I Made Dedi Darma Saputra, mengatakan penggunaan skatepark dilakukan secara terbatas dan terkontrol demi keamanan para pengguna.
Ia menyebut, sebelumnya pernah terjadi penyalahgunaan fungsi dilapangan tersebut oleh anak-anak yang menjadikannya arena bermain seluncur bebas sehingga berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan.
“Pagar pembatas sudah mulai dibuatkan untuk pengamanan. Hanya saja belum difinalisasi. Tujuannya agar tidak sembarang bisa masuk dan tidak disalahfungsikan, karena sempat ada anak-anak bermain seperti perosotan di lintasan, itu bahaya sekali,” jelasnya, Selasa (11/11).
Dedi menegaskan, hingga mekanisme pengelolaan resmi ditetapkan oleh pemerintah daerah, akses ke skatepark masih bersifat terbatas. Posisi skatepark saat ini dibuat tertutup, dan kunci area dipegang oleh komunitas pengguna yang selama ini dilibatkan dalam proses pendampingan.
“Masyarakat umum tetap boleh beraktivitas di sana, tetapi idealnya bergabung saat ada komunitas yang sedang bermain. Kalau di luar jadwal komunitas, lokasi ditutup. Ini untuk menghindari penggunaan yang tidak sesuai fungsi dan memastikan keselamatan,” sambungnya.
Pihaknya juga menjelaskan bahwa pengelolaan skatepark masih dalam proses pembahasan, termasuk apakah nantinya dikelola langsung oleh pemerintah daerah atau melalui skema kerja sama dengan komunitas. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan pengawasan, pemeliharaan lintasan, serta jaminan keamanan pengguna.
Untuk diketahui Skatepark Kediri sendiri mulai dibangun sejak pembersihan lahan pada Mei 2025, dilanjutkan pengerjaan fisik pada Juli, dan dinyatakan rampung pada September 2025. Kehadiran skatepark ini menjadi angin segar bagi komunitas skateboard dan BMX di Tabanan, yang selama ini belum memiliki fasilitas memadai untuk berlatih. Pemerintah berharap keberadaan skatepark dapat semakin menghidupkan aktivitas ruang publik sekaligus mendukung minat bakat generasi muda di bidang olahraga. (Puspawati/balipost)








