
TABANAN, BALIPOST.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan selama bulan November ini mulai melaksanakan imunisasi difteri dan tetanus bagi siswa Sekolah Dasar (SD) serta anak usia sekolah.
Sasaran kegiatan yakni siswa kelas 1, 2, dan 5, serta anak usia 7, 8, dan 11 tahun yang tidak bersekolah. Program ini digelar serentak di seluruh wilayah kerja Puskesmas di Kabupaten Tabanan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi menjelaskan, imunisasi ini penting untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit menular berbahaya. Difteri, misalnya, dapat menyebabkan infeksi berat pada saluran pernapasan dan berdampak fatal bila tidak dicegah.
“Manfaat imunisasi ini sangat besar. Selain melindungi anak dari difteri, vaksinasi juga mencegah komplikasi serius seperti gagal jantung dan kelumpuhan, serta menghentikan penyebaran penyakit di masyarakat,” jelasnya, Selasa (11/11).
Ia juga menekankan pentingnya imunisasi tetanus. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani ini dapat memicu kejang otot parah hingga berakibat fatal. “Dengan vaksinasi, tubuh anak akan memiliki kekebalan terhadap racun bakteri penyebab tetanus. Ini merupakan upaya perlindungan yang sangat mendasar,” imbuhnya.
Pelaksanaan imunisasi dilakukan dengan pola jemput bola. Petugas kesehatan dari Puskesmas mendatangi sekolah-sekolah, sehingga siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar tanpa gangguan. Bagi anak yang tidak bersekolah, pelayanan dilakukan melalui Posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat.
Dr. Surya mengajak orang tua dan pihak sekolah turut mendukung kelancaran program imunisasi. “Kami harap para orang tua memberikan izin dan pendampingan kepada anak-anaknya. Upaya ini tidak hanya melindungi individu, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga kesehatan masyarakat Tabanan,” ucapnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan berupaya memastikan pencegahan penyakit dilakukan sejak dini agar kesehatan masyarakat dapat terjaga secara berkelanjutan.(Puspawati/balipost)










