Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Perjalanan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi di ajang Korea Masters 2025 harus terhenti di babak semifinal. Pebulutangkis tunggal putri asal Badung itu kalah setelah bertarung sengit melawan unggulan pertama asal Taiwan, Chiu Pin Chian, dengan skor 21-19, 19-21, 8-21 di Wonkwang University Cultural and Sports Center.

Meski gagal menembus final, penampilan Dhinda tetap menuai banyak pujian. Ini menjadi capaian membanggakan dalam debutnya di turnamen level internasional tersebut, sekaligus membuktikan potensi besar pebulutangkis muda asal Bali itu.

Sejak gim pertama dimulai, laga berlangsung ketat dan menarik. Dhinda tampil penuh percaya diri dengan permainan agresif dan serangan cepat yang membuat lawannya kesulitan mengantisipasi.

Baca juga:  Perebutan Tiket Semifinal Soekarno Cup 2025 Memanas

Ia sempat unggul 11-9 di interval gim pertama sebelum Chiu menyamakan kedudukan menjadi 12-12. Namun Dhinda berhasil menjaga fokus dan menutup set dengan kemenangan 21-19, setelah memanfaatkan kesalahan kecil lawan di poin-poin krusial.

Memasuki gim kedua, tensi pertandingan semakin meningkat. Kedua pemain saling adu strategi dengan reli panjang dan pertukaran smash keras. Skor terus ketat hingga 8-8, namun Chiu mampu memimpin 11-9 saat interval.

Baca juga:  Indonesia ke Semifinal

Dhinda tak menyerah begitu saja. Ia sempat membalikkan keadaan menjadi 16-15 lewat pukulan silang tajam dan variasi serangan yang memaksa Chiu beberapa kali kehilangan keseimbangan. Sayangnya, konsentrasi Dhinda sedikit menurun di akhir gim dan Chiu berhasil mencuri kemenangan 21-19.

Pada set ketiga, stamina dan fokus Dhinda mulai menurun. Chiu memanfaatkan situasi dengan menekan sejak awal melalui rally cepat dan serangan menyudut. Dhinda kesulitan keluar dari tekanan dan akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 8-21.

Kendati gagal ke final, perjalanan Dhinda hingga semifinal Korea Masters 2025 menjadi catatan membanggakan. Dari babak awal hingga empat besar, ia sukses menyingkirkan sejumlah unggulan dengan permainan cerdas dan determinasi tinggi.

Baca juga:  Catur Putri Andalkan Beregu Cepat dan Kilat

“Dhinda menunjukkan karakter juang luar biasa. Meskipun kalah di semifinal, pencapaiannya di turnamen internasional ini sangat patut diapresiasi,” ujar perwakilan KONI Badung dalam keterangan resminya.

Turnamen Korea Masters 2025 menjadi momentum penting bagi Dhinda untuk menambah pengalaman dan memperkuat mental bertanding di level dunia. Dengan usia muda dan semangat pantang menyerah, kariernya di dunia bulu tangkis diprediksi akan semakin bersinar ke depan. (Suka Adnyana/balipost)

 

BAGIKAN