DENPASAR, BALIPOST.com – Hingga Selasa (10/7) proses pendinginan terbakarnya puluhan kapal ikan di Pelabuhan Benoa, masih dilakukan. Tim gabungan kepolisian dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) masih melakukan pemantauan di TKP.

Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Benoa, Muh. Mustajib mengatakan, kondisi saat ini sebagian besar badan kapal sudah terbakar, biasanya perlu proses cukup lama sampai selesainya. “Kalau terbakarnya rata-rata sampai garis air, itu baru selesai,” ujarnya.

Baca juga:  Dari Gempabumi Guncang Karangasem hingga Cukup Banyak Warga Tampaksiring Positif COVID-19, Minim Bantuan Pemerintah Dikeluhkan

Upaya lanjut terkait bangkai kapal? Menurut Mustajib, pihaknya akan menunggu keputusan owner atau perusahaan terkait. “Tentunya harus disingkirkan supaya tidak menganggu atau memenuhi areal pelabuhan. Upaya nanti lakukan pembersihan,” ujarnya.

Selama proses pemadaman, diakui ada kesulitan. Bila kejadiannya di laut akan berpengaruh pada daya jangkau pemadam. Namun dibandingkan bila kebakarannya di demarga, tentu akan lebih mudah.

“Harus dievakuasi supaya tidak merembet ke tempat atau kapal lain, kalau kejadiannya di laut atau kolam. Tiap perusahaan memiliki kapal kecil biasanya membantu pemadamam lewat laut dan darat. Menarik atau mendorong sehingga kapal kecil ini sangat berperan usaha pemadaman,” tandasnya. (kerta negara/balipost)

Baca juga:  5 Berita Koran Bali Post Terbit Hari Ini, Sabtu 7 Februari 2026
BAGIKAN