Sejumlah pengunjuk rasa berpose dengan membawa senjata mainan di depan Polda Bali, Denpasar, Bali, Sabtu (30/8/2025). Unjuk rasa yang dimulai pada pukul 10.30 WITA tersebut berakhir ricuh. (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Aksi demonstrasi “Bali Tidak Diam” di depan Mapolda Bali berujung ricuh. Dalam peristiwa kericuhan itu, polisi mengamankan 19 orang yang diduga mereka sebagai provokator.

“Kita bisa lihat sekarang sudah kondusif situasinya. Pendemo sudah membubarkan diri (pukul 16.30 WITA, red). Jalan-jalan sudah dibuka lagi,” ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandhy, Sabtu (30/8).

Kombes Ariasandhy menjelaskan telah diamankan 19 orang dan akan ditindaklanjuti peran mereka. Ada CCTV di jalan yang bisa pantau situasi saat ricuh.

“Hasil rekaman CCTV itu bisa kita lihat siapa-siapa saja pelaku-pelaku pelanggaran hukum,” ujarnya.

Ariasandy mengungkapkan ada beberapa anggota yang terluka, namun data pasti dan kondisinya seperti apa belum dapat informasi lebih lanjut. Para korban diduga kena lemparan batu.

Baca juga:  Bupati Gede Dana Genjot Sektor Pertanian

Pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut, namun akan tetap mantau dan standby sampai situasi betul-betul aman.

Mantan Kabid Humas Polda NTT ini mengimbau masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. “Mari kita sama-sama menjaga Bali agar tetap senantiasa kondusif jangan sampai terprovokasi mencederai Bali itu sendiri,” ucap Ariasandy.

Jika sampai Bali dikatakan tidak aman dan dapat travel warning dari beberapa negara, dampaknya berimbas pada pariwisata Pulau Dewata ini. “Kita semua ini bertanggung jawab dan kerja sama menjaga kondusifitas Bali ini,” tegasnya.

Baca juga:  Bertepatan Hari Kartini, Megawati Umumkan Capres PDIP

Kombes Ariasandy mengatakan menyampaikan massa dipukul mundur menggunakan mobil water cannon dan tembakan gas air mata karena situasinya tidak kondusif. Massa juga melempar batu dan berbagai barang ke arah petugas.

“Itu sudah melanggar aturan. Melakukan pelemparan-pelemparan ke arah petugas dan kita bertindak sesuai dengan SOP penanganan unjuk rasa. Semua berjalan sesuai dengan SOP,” tutupnya.

Sebelumnya, aksi demonstrasi yang digelar di Mapolda Bali berlangsung mulai pukul 10.30 WITA. Pada awalnya aksi massa berlangsung tertib dengan sejumlah pendemo secara bergiliran berorasi dan menyampaikan tuntutan.

Humas Aliansi Bali Tidak Diam, berinisial A, mengatakan ada 33 tuntutan yang dibawa massa dalam aksi demonstrasi ini.

Baca juga:  Disebut Dorong Percepatan Penutupan TPA Suwung, Ini Kata BTID

Sejumlah tuntutan itu, antara lain pembubaran DPR RI, pecat pimpinan Polri yang gagal dalam menyelamatkan massa aksi, bebaskan dan hentikan kriminalisasi terhadap tahanan politik termasuk para demonstran, kembalikan independensi KPK, dan usut tuntas insiden matinya Affan Kurniawan (21) karena dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob Polda Metro Jaya.

Ia mengatakan peserta yang ikut dalam aksi demonstrasi kali ini dari berbagai kalangan. “Kalau peserta yang hadir dalam demo pagi ini, kami melebur atas nama masyarakat Bali dengan nama aliansi Bali Tidak Diam,” ujar A. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN