Shuttle listrik resmi dioperasikan di kawasan wisata Sanur, Denpasar Selatan. (BP/may)

DENPASAR, BALIPOST.com – Shuttle listrik resmi dioperasikan di kawasan wisata Sanur, Denpasar Selatan. Setelah pengoperasian ini, pihak Desa Adat Intaran akan mensterilkan rute Jalan Danau Toba, Tamblingan, dan sekitarnya dari parkir di badan jalan.

Bendesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana, Sabtu (30/8) menyampaikan shuttle listrik akan mulai dikenakan tarif Rp5.000. Pada saat uji coba masih diterapkan gratis. “Sebelumnya uji coba shuttle listrik untuk sosialisasi, pengenalan, rutenya,” ujarnya.

Selain itu ada tarif khusus yang diberikan, misalnya karyawan yang tidak punya parkir dan parkir di sentral parkir, akan dikenakan biaya Rp100.000 per bulan, termasuk biaya parkir di sentral dan biaya shuttle. Pembayaran dilakukan dengan tap uang elektronik (unik) dan sudah bekerja sama dengan Bank Himbara. “Kalau QRIS butuh waktu untuk transaksi, makanya kita pakai kartu unik,” tandasnya.

Baca juga:  Awal April, Sepeda Listrik Dilarang di Kawasan Pedestrian Pantai Sanur

Ada 6 unit shuttle listrik yang dioperasikan sejak sebulan lalu. Selama itu, animo masyarakat terutama turis cukup tinggi.

Menurutnya sasaran adanya shuttle listrik adalah karyawan yang parkir di badan jalan, wisatawan yang berlibur ke Bali dan masyarakat lokal. Saat ini baru ada satu rute yaitu sentral parkir Mertasari ke Segara Ayu.

Jika animo semakin bagus, maka Pemkot Denpasar akan menambah 6 shuttle listrik lagi sehingga ada 12 rute. “Rutenya akan ditambah lagi. Ini adalah zona pertama, nanti akan ada tiga zona yang ditentukan. Pertama dari Mertasari ke Segara Ayu, kedua nanti akan ada Mertasari ke Pelabuhan Sanur, dan zona tiga dari Mertasari ke Pelabuhan Serangan,” bebernya.

Baca juga:  Tiga Bulan Terakhir Kunjungan Wisman ke Badung Turun, Ada Apa?

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Denpasar, I Ketut Sriawan mengatakan, setelah infrastruktur selesai, baik pedestrian, jalan, dan pembebasan parkir baru, kemudian dilaksanakan grand launching karena saat ini baru soft launching.

Shuttle listrik merupakan salah satu upaya Pemkot meningkatkan kualitas udara dan menurunkan polusi, agar Sanur bisa menjadi kawasan rendah emisi. Namun demikian, tugas utama adalah mengurangi kemacetan sehingga dari manajemen rekayasa lalu lintas, berkolaborasi dengan Desa Adat Intaran. (Citta Maya/balipost)

Baca juga:  Kominfo Ingatkan Masyarakat Waspada Fintech Abal-Abal
BAGIKAN