Warga Nusa Penida saat hadir dalam kegiatan Jumat Curhat di Aula Kantor Desa Kutampi, Jumat (29/8). (BP/gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Perilaku warga negaa asing saat berwisata di Nusa Penida menjadi sorotan warga. Hal ini dikarenakan WNA yang tinggal di Nusa Penida sering membuat kegaduhan hingga terlibat tindak pidana pencurian.

Sorotan itu terungkap pada acara “Jumat Curhat” Polres Klungkung, di Aula Kantor Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida, Jumat (29/8).

Seperti ulah seorang WNA asal Belgia berinisial MF, yang diamankan aparat Polsek Nusa Penida usai mencuri uang tunai milik pelajar asal Jerman berinisial FHF (19) yang tengah menginap di Penida Project Banjar Pendem Desa Ped, Juli lalu.

Baca juga:  Warga Lembongan Ditemukan Tak Bernyawa di Pondok Penyimpanan Rumput Laut

Selain perilaku WNA, berbagai permasalahan juga disampaikan warga Nusa Penida. Mulai dari kekhawatiran atas masuknya tenaga kerja luar daerah, kendala dalam pembuatan SIM dan balik nama kendaraan, hingga harapan agar patroli kepolisian menjangkau wilayah desa di bagian atas Nusa Penida.

Dengan perkembangan Nusa Penida saat ini, pendatang bermunculan dengan berbagai tujuan. Ada yang bekerja sebagai buruh, driver, bahkan dicurigai sebagai pengedar narkoba.

Baca juga:  "Wedding Venue" di Pecatu Dikeluhkan Warga, Bising hingga Dinihari

Terhadap sejumlah persoalan itu, Wakapolres Klungkung, Kompol I Made Ariawan, P., S.H., menegaskan pentingnya kewaspadaan bersama terhadap potensi peredaran narkoba melalui jalur perairan, penyalahgunaan kos/villa, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.

Dia juga mengajak warga aktif melaporkan setiap hal mencurigakan, khususnya terkait keberadaan pendatang maupun wisatawan asing.

“Inilah sebabnya, betapa pentingnya kolaborasi antara hukum adat dan hukum positif, serta komitmen untuk meningkatkan pelayanan dan pengawasan keamanan di wilayah Nusa Penida,” terang Wakapolres.  (Bagiarta/balipost)

Baca juga:  Jual Obat Keras, Pedagang Divonis Denda Rp 1 Juta

 

BAGIKAN