
AMLAPURA, BALIPOST.com – Kasus DBD di Kabupaten Karangasem mengalami peningkatan cukup tajam. Atas situasi itu, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Guspar) bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa kompak turun langsung meninjau pelaksanaan fogging di Lingkungan Pebukit, Kelurahan Karangasem, Senin (3/3).
Bupati Parwata mengungkapkan, kalau kasus DBD di Kelurahan Karangasem cukup tinggi dengan 134 kasus. Jadi, fogging adalah salah satu upaya mengurangi penyebaran nyamuk, tetapi yang lebih penting adalah peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Parwata mengatakan, untuk pemberantasan sarang nyamuk harus dibarengi dengan gotong royong membersihkan saluran air, mengelola sampah, dan menjaga lingkungan tetap bersih. Selain fogging, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Kita juga berikan bubuk Abate kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan untuk memutus rantai penyebaran nyamuk. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan berperan aktif dalam pencegahan DBD. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama demi kesehatan dan keselamatan semua,” katanya.
Sementara itu, Kepala Diskes Karangasem dr I Gusti Bagus Putra Pertama mengatakan, data kasus DBD di Karangasem hingga bulan Februari sebanyak 422 kasus. Melihat lonjakan kasus ini, Maret masih berpotensi terjadinya lonjakan kasus. “Jadi, upaya ini kita lakukan dalam upaya untuk mencegah peningkatan kasus,” katanya.
Pertama mengatakan, meningkatnya kasus DBD ini dikarenakan faktor cuaca. Kadang hujan dan panas. Kalau ada air ada jentik nyamuk, dan ketika kering akan bertahan, serta saat ada air jentik akan menetas. “Jadi, untuk nyamuk dewasa di fogging, sementara jentik di Abate,” jelas Pertama. (Eka Parananda/Balipost)










