
AMLAPURA, BALIPOST.com – Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata atau Gus Par dan Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa atau Guru Pandu mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 dan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah 2026. Momen yang sakral ini, pihaknya mengajak warga untuk merayakan dengan penuh kekhidmatan, serta diharapkan dapat dijadikan momentum untuk menjaga kerukunan dan harmoni dari huluning Bali, khususnya di Kabupaten Karangasem.
Bupati Gus Par mengungkapkan, pihaknya mendorong seluruh masyarakat Hindu se-dharma di Bali, khususnya di Kabupaten Karangasem, untuk mengamalkan Catur Brata Penyepian dengan sepenuh ketenangan dan kesadaran, akan nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya. Catur Brata penyepian, yang meliputi Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelunganan, dan Amati Lelanguan, dianggap sebagai landasan untuk mencapai kedamaian dan kesucian batin.
“Saya dan Wakil Bupati mengucapkan selamat menjalankan Nyepi kepada seluruh masyarakat Karangasem. Semoga dalam menjalankan Catur Brata Penyepian ini, kita semua dapat menemukan kedamaian dan kebersamaan dalam batin kita. Semoga momen hari raya ini kita mendapatkan kedamaian dan kesucian senantiasa menyertai kita semua,” ujar Gus Par.
Menurut Gus Par, Hari Raya Nyepi adalah salah satu perayaan penting bagi umat Hindu di Bali dan seluruh Indonesia, di mana umat Hindu merayakannya dengan menjalankan tradisi menyepi total selama 24 jam. Hal ini juga menjadi momen refleksi dan introspeksi diri bagi umat Hindu untuk memperbaiki diri dan meningkatkan spiritualitas.
“Kami harap Hari Raya Nyepi tahun ini akan membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi semua masyarakat Karangasem serta seluruh umat Hindu di Indonesia. Semoga keheningan Nyepi membawa kedamaian dan introspeksi,” katanya.
Dia menjelaskan, selain mengucapkan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948, pihaknya juga mengucapkan selamat Hari Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Melalui perayaan Idulfitri ini, diharapkan mampu perkuat tali silaturahmi, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta bersama-sama menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis khusunya di Kabupaten Karangasem. “Mari terus jaga kerukunan dan harmoni dari Huluning Bali, khususnya Karangasem, serta menghadirkan kemenangan, kebersamaan, dan saling memaafkan,” harapnya. (adv/balipost)










