
AMLAPURA, BALIPOST.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia (Wamendikdasmen) Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq mengunjungi Kabupaten Karangasem, pada Rabu (1/4).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata atau Gus Par meminta pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen menambah jatah atau kuota bantuan revitalisasi sekolah rusak yang ada di Bumi Lahar.
Bupati Gus Par mengungkapkan, di Kabupaten Karangasem masih cukup banyak sekolah yang mengalami rusak berat. Kondisi itu, membuat proses belajar mengajar menjadi terganggu.
“Karena kerusakan ruang kelas itu membuat anak-anak harus dipindah belajarnya karena kelas tidak bisa dipakai. Dan ada juga genteng atapnya bocor sehingga tidak berani diam di kelas karena takut gentengnya jatuh. Termasuk struktur besinya juga sudah kelihatan, kondisi tersebut mengancam keselamatan anak-anak, ” ucapnya.
Atas situasi tersebut pihaknya berharap dengan kehadiran Wamendikdasmen ini nantinya sekolah-sekolah rusak yang ada di Karangasem bisa dibantu proses perbaikan atau direvitalisasi. Kata dia, tahun ini Disdikpora Karangasem mengajukan sebanyak 86 unit sekolah rusak untuk mendapatkan bantuan perbaikan dari pusat.
“Kami berharap ke depan, bantuan perbaikan sekolah rusak bisa ditambah lagi dari tahun sebelumnya. Jadi, kami harap dengan kehadiran Wamendikdasmen ke Karangasem bisa memberikan kemajuan untuk pendidikan di Karangasem dan sekolah rusak berat bisa diutamakan dibantu perbaikannya,” kata Gus Par.
Di bagian lain, Wamendikdasmen, Dr Fajar Riza Ul Haq menjelaskan, di tahun 2025 pemerintah pusat membantu perbaikan sekolah rusak di Indonesia sebanyak 16 ribu unit dengan alokasi anggaran Rp1,6 triliun. Tahun ini, awalnya akan ada alokasi penambahan perbaikan sekokah rusak sebanyak 11 ribu unit, tapi atas inisiatif Presiden Prabowo ditambah 60 ribu unit.
“Jadi total sekolah rusak yang akan dibantu perbaikannya sebanyak 71 ribu unit. Sekolah yang akan dibantu ini adalah sekolah yang mengalami rusak berat, dan dampak bencana alam, dan sekolah di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Dan khusus untuk Kabupaten Karangasem sebelumnya telah dibantu 19 unit sekolah,” katanya.
Pihaknya menerima usulan perbaikan sekolah rusak dari Kabupaten Karangasem tahun ini sebanyak 86 unit. Pihaknya akan mengkaji lagi usulan perbaikan dari Kabupaten Karangasem dan diharapkan tahun ini bisa dibantu lebih banyak.
“Yang penting standarnya usulan perbaikan atau revitalisasi yang menjadi prioritas adalah sekolah yang mengalami rusak berat. Dengan adanya penambahan kuota, maka peluang Karangasem untuk mendapatkan jatah atau tambahan bantuan perbaikan sekolah rusak semakin besar,” tegasnya. (Adv/balipost)










