AMLAPURA, BALIPOST.com – Warga yang ada di kawasan rawan bencana (KRB) 3 Gunung Agung sudah mulai dievakuasi. Hal itu dibenarkan Camat Kubu, Made Suartana, Kamis (21/9).

Ia mengatakan keputusan evakuasi dilakukan berdasarkan hasil rapat yang digelar Rabu (20/9) pukul 21.30 wita di Kantor Desa Ban. Ketika itu, rapat membahas evakuasi warga Desa Ban yang berada di KRB 3 terkait dengan erupsi gunung agung yang statusnya meningkat level III (siaga)

Baca juga:  Setelah 9 Hari Laporkan Korban Jiwa COVID-19, Hari Ini Bali Nihil Tambahan

Adapun Dusun se-Desa Ban yang berada di KRB 3 yaitu Dusun Belong jumlah penduduk 1104 jiwa, Dusun Bonyoh jumlah penduduk 1720 jiwa, Dusun Cegi jumlah penduduk 230 jiwa, Dusun Pengalusan jumlah penduduk 311 jiwa, Dusun Daya jumlah penduduk 569 jiwa, Dusun Pucang jumlah penduduk 697 jiwa, dan Dusun Cucut jumlah penduduk 1554 jiwa.

Ia mengatakan evakuasi mulai digelar Kamis pagi. Warga yang dievakuasi berasal dari Desa Dukuh dan Desa Ban yang berada di KRB 3. Evakuasi secara bertahap ke tempat pengungsian di Desa Les, Kec.Tejakula, Kab.Buleleng.

Baca juga:  Dari Mulai 1 Januari 2021 Indonesia Tutup Pintu bagi WNA hingga LPJ Baru Gianyar

Diharapkan kepada Kades dan Kadus agar mendata jumlah penduduknya yang akan di evakuasi, dan juga mendata warganya yang berada di pengungsian sehingga datanya valid. Tindakan evakuasi ini memang terlihat mendahului, namun karena suatu pertimbangan apabila erupsi gunung agung terus meningkat supaya tidak mendadak, diharapkan seluruh warga yang berada di KRB 3 berkenan untuk di evakuasi.

Rencananya seluruh warga yang berada di KRB 3 sudah berkumpul di masing-masing balai banjar. Terdapat kendaraan Carry 6 unit dan truk 29 unit milik warga yang akan digunakan untuk evakuasi. Mekanisme evakuasi akan di utamakan warga anak-anak, ibu hamil, orang jompo, dan cacat fisik. (Bagiarta/balipost)

Baca juga:  Dari Puluhan Ekor Penyu Hijau yang Diamankan, 4 Perlu Pemulihan
BAGIKAN