Sampah yang dihasilkan oleh warga menumpuk di tempat pembuangan. (BP/Nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Merebaknya Covid-19 ternyata berdampak pula pada volume sampah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karangaseem, I Gede Ngurah Yudiantara mengungkapkan, selama Covid-19 terjadi penurunan volume sampah hingga lima meter kubik,

Yudiantara, Selasa (12/5) menjelaskan, volume sampah turun sekitar 5 meter kubik sejak bulan April lalu. Kata dia, sebelumnya rata – rata volume sampah yang di angkut petugas setiap harinya capai 60 meter kubik, tapi sekarang menurun menjadi 55 meter kubik.

“Penurunan volume sampah terjadi di pasar tradisional. Kalau untuk sampah di masyarakat relatif tetap, tidak ada penambahan maupun penurunan. Penurunan sampah organik dan non organik sekitar 5 meter kubik setiap harinya,”ucapnya.

Penurunan volume sampah juga terjadi dibeberapa perkantoran dan sekolah-sekolah di Kota Amlapura. Pasalnya, untuk sekolah proses belajar siswa diliburkan akibat pandemi COVID. Sehingga, tidak ada aktivitas di sekolah. “Dengan dibatasinya operasional pasar, sangat mempengaruhi terhadap volume sampah semakin menurun karena daya beli warga juga ikut turun,”katanya.

Baca juga:  Desa Adat Intaran Berlakukan Isolasi Selektif

Lebih lanjut dikatakannya, kendati ada penurunan volume sampah, akan tetapi petugas tetap bekerjsa seperti biasanya. “Kini petugas ada tambahan mengambil sampah sekitar tempat karantina pekerja migran indonesia (PMI). Seperti di SKB Jasri,” tegas Yudiantara. (Eka Prananda/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.