Petugas medis melakukan rapid test pada warga yang masuk ke Denpasar, Senin (11/5). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam upaya meminimalisasi penyebaran COVID-19 di Denpasar, sejumlah langkah terus dilakukan. Selain mengetatkan penggunaan masker di sejumlah desa, kini giliran Dinas Perhubungan (Dishub) bersama instansi terkait lainnya, melakukan pemantauan di pintu-pintu masuk Denpasar.

Dalam pemantauan tersebut juga diisi dengan pelaksanaan rapid test bagi pengendara, sopir dari luar Denpasar yang masuk ke wilayah ini. Kegiatan ini mulai dilakukan di Pos Terpadu, Uma Anyar, Ubung, Senin (11/5).

Kepala Dinas Perhubungan Denpasar, Ketut Sriawan mengatakan, kegiatan ini merupakan lanjutan dari langkah-langkah sosialisasi penggunaan masker, pelaksanaan PHBS yang telah lama dilakukan. Kali ini pihaknya melibatkan instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan, TNI/Polri, serta instansi terkait di lingkungan Pemkot Denpasar.

Selain sosialisasi penggunaan masker, kali ini juga ditambah dengan rapid test untuk pengendara yang masuk ke Denpasar. “Para sopir angkutan yang datang dari luar Denpasar kita periksa dengan rapid test. Ini untuk memberi rasa aman bagi warga Denpasar agar bisa mengurangi penyebaran COVID-19,” ujar Sriawan.

Dikatakan, ini juga sebagai langkah persiapan penerapan Perwali Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Saat ini pihaknya menyiapkan setidaknya 60 alat rapid test.

Baca juga:  Hasil Rapid Test Reaktif, PMI Asal Nusa Penida Jalani Swab

Rapid test ini diutamakan bagi sopir barang asal luar Bali. “Yang di-rapid test itu disampling. Kami siapkan 60 alat rapid test. Kalau untuk cek suhu tubuh dan masker kami terus lakukan,” kata Sriawan.

Pihaknya juga memberikan masker kepada mereka yang kedapatan tak menggunakan masker dengan syarat memiliki tujuan yang jelas. “Sementara sambil pembinaan kami berikan masker tapi harus memiliki tujuan jelas,” katanya.

Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai mengatakan kegiatan rapid test secara sampling ini untuk mengetahui gambaran masyarakat yang datang ke Denpasar. “Kalau banyak yang reaktif maka akan dilakukan tindakan yang lebih tegas lagi. Yang reaktif akan langsung dirujuk ke rumah sakit untuk tindakan lebih lanjut,” katanya.

Salah seorang sopir, Agus Purnomo mengaku senang dengan diselenggarakannya rapid test ini. Karena dengan kegiatan ini, kini pihaknya memiliki surat keterangan sudah menjalan rapid test dengan status non-reaktif. “Saya nilai cukup bagus, apalagi saya selalu keliling. Sekarang lebih aman, karena sudah ada surat keterangannya,” ujar Agus, sambil menunjukan surat keterangan hasil rapid testnya. (Asmara Putera/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.