Ilustrasi. (BP/Suarsana)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tambahan pasien positif COVID-19, Jumat (8/5) di Bali mencapai belasan orang. Sehingga, total kumulatif kasus di Bali saat ini mencapai 300 orang.

Untuk jumlah transmisi lokalnya mencapai 114 orang, bertambah 6 orang. Terkait jenis kasus, untuk WNI, rinciannya, 178 orang positif karena imported case dengan riwayat perjalanan dari luar negeri dan mayoritas adalah pekerja migran dengan jumlah 157 orang. Sementara PPDN jumlahnya mencapai 21 orang. Sedangkan WNA tercatat ada 8 kasus.

Dari data yang ada dalam website infocorona.baliprov.go.id secara kumulatif Bali sudah menangani kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 300 kasus. Total masih ada 101 kasus yang dirawat di 10 RS rujukan dan tempat karantina yang disediakan Pemprov Bali. Dari akumulatif 300 kasus positif, terdiri dari 8 WNA dan 292 WNI.

Dilihat dari posisinya, Denpasar kini tidak lagi duduk di posisi pertama. Padahal, sejak COVID-19 menjangkiti Bali, Denpasar yang merupakan ibukota Bali memegang peringkat pertama.

Posisi pertama, pada Jumat, diambil alih Bangli, dengan jumlah kasus 62 warga. Bertambah 10 kasus dari sehari sebelumnya. Sementara Denpasar menduduki posisi kedua dengan total kasus 57 orang.

Di posisi ketiga ada Buleleng dengan jumlah warga positif mencapai 54 orang, bertambah 3 kasus. Di posisi keempat adalah Karangasem dengan jumlah kasus 28 orang.

Posisi kelima adalah Gianyar dengan jumlah 24 orang. Keenam ada Badung dengan jumlah kasus 22 orang, bertambah 3 dari sehari sebelumnya. Sementara itu di posisi selanjutnya, ketujuh, adalah Klungkung dengan jumlah 17 kasus.

Jembrana ada di posisi kedelapan, dengan jumlah warga terjangkit sebanyak 12 orang. Di posisi kesembilan ada Tabanan dengan jumlah warga terjangkit 11 orang.

Untuk WNA yang terjangkit kasus ini masih tetap 8 orang. Kabupaten lainnya total 5 pasien.

Tak Lakukan Pencegahan

Mengingat transmisi lokal COVID-19 memperlihatkan kecenderungan meningkat dalam beberapa hari terakhir, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bali, Dewa Made Indra, mengatakan masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan COVID-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. “Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” ajaknya.

Baca juga:  Jangka Panjang, Pemerintah Harus Pikirkan Sumber Pendapatan Pengungsi

Ia pun menambahkan semakin disiplin dalam pelaksanaan pencegahan ini, transmisi lokal penyebaran COVID-19 pasti bisa dihentikan. “Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, kami minta semua elemen masyarakat membantu dan bekerjasama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan siapapun yang pernah kontak dekat dengan orang yang positif COVID-19 sehingga kita bisa menangani lebih awal orang-orang yang berisiko terinfeksi COVID-19 guna mencegah penyebaran berikutnya kepada orang lain,” ujarnya.

Pada Jumat (8/5), penyebaran kasus transmisi lokal di Bali mengalami penambahan 6 kasus dari sebelumnya. Berdasarkan data, sampai 8 Mei, Buleleng masih memegang posisi pertama untuk kategori transmisi lokal. Jumlah warga positif transmisi lokal di Buleleng yang bertengger di posisi pertama mencapai 35 orang, bertambah lagi sebanyak 3 orang dari sehari sebelumnya.

Sedangkan Bangli, warga yang tertular lewat transmisi lokal mencapai 27 orang, bertambah 3 pasien dari sebelumnya. Denpasar ada di posisi ketiga dengan jumlah warga terjangkit 18 orang. Di posisi keempat ada Karangasem dengan jumlah 14 warga terjangkit.

Posisi kelima ada Badung dengan jumlah warga terjangkit sebanyak 10 orang. Posisi keenam adalah Klungkung dan Gianyar dengan 4 warga terjangkit transmisi lokal.

Pada posisi selanjutnya, yakni ketujuh, adalah Jembrana dan Tabanan dengan warga terjangkit sebanyak 1 orang.

Dari data yang dilansir https://pendataan.baliprov.go.id pasien sembuh secara kumulatif mencapai 195 orang. Bertambah 12 orang dari sebelumnya sebanyak 183 orang.

Untuk peringkat, Denpasar menduduki posisi pertama dengan jumlah 42 warga, bertambah 4 dari sehari sebelumnya. Bangli di posisi kedua dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 39 orang, bertambah 1 warga sembuh.

Di posisi ketiga, dengan jumlah 25 warga sembuh adalah Buleleng, bertambah 3 warga dari sehari sebelumnya. Posisi keempat ada Gianyar dan Karangasem dengan total warga sembuh mencapai 18 orang. Masing-masing ada penambahan 1 warga sembuh.

Klungkung menduduki posisi kelima, yakni 14 warganya sembuh. Kemudian posisi keenam adalah Badung, dengan total warga sembuh 11 orang. Di posisi ketujuh adalah Jembrana dan Tabanan dengan jumlah 8 orang.

Kabupaten lainnya ada 4 orang sembuh dan WNA sembuh totalnya mencapai 6 orang.

Total terdapat 189 WNI dan 6 WNA yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 di Bali. (Diah Dewi/balipost)

3 KOMENTAR

  1. Perilaku disiplin memang berbanding lurus dg insiden covid, sejak pasca Nyepi, di Tabanan sudah sangat ketat. Untuk sementara memang membuahkan hasil.
    Semoga bisa ditiru oleh kabupaten lain, sebenarnya paling berat adalah di Denpasar dg polpulasi padat. Mudah2 an Denpasar juga lebih baik lagi, dan Bali bebas Covid. Sehingga krama Bali kembali bangkit.
    Hikmah dari ujian ini juga mengajarkan Semeton Bali, mungkin akan belajar serta memunculkan enterpreneur baru di bidang sektor non formal. Banyak yg jual tahu, jual buah, kuliner yg memang tidak kalah bersaing. Bali on the move

  2. Jng melihat jumlah kasus terkonfirmasi, karna memang semua belum bisa melakukan dan mendapatkan pemeriksaan hingga PCR test. Dan typecal corona virus ini memang memiliki tingkat penyebarannya cepat dan itulah hakiki dari sebuah virus, sekali tersebar maka selamanya virus ini ada disekitar kita, dan terus melakukan penyesuaian diri utk beradaptasi sebagai mikro dng bentuk sel sel yg baru.
    Tapi mari kita lihat jumlah kasus yg sembuh. Ini sangat membantu kita semua dlm menjawab semua upaya yg telah kita lakukan selama ini. Dan upaya dlm menemukan vaksinnya.

  3. Memang situasi saat ini LG dalam masa sulit,tapi mohon kepada bp Bupati Badung dan gubernur bali,tlg ada solusi buat kami driver ojol …di Jimbaran kami dimarahi pecalang lewat jam 9 malam ambil orderan makanan dan resto yg buka malam diatasbjam 9 diharuskan tutup lalu apa kerjaan kami makan apa km…bayar cicilan bagaimana sementara di siang hari hampir tidak ada orderan…tlg solusi pak

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.