Ilustrasi sulinggih membunyikan genta. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si menginformasikan 5 poin penting terkait hasil keputusan paruman yang ditetapkan 30 April tersebut, pada Selasa (5/5) malam. Hal ini menindaklanjuti Keputusan Paruman Pandita Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali tentang Puja Stawa Pandita/Sulinggih di Pandemi COVID-19.

Rektor IHDN Denpasar ini, memaparkan keputusan pertama berbunyi bahwa rasa bhakti umat Hindu terhadap Ida Bhatara/Bhatari, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sudah diwujudkan dengan atur-aturan sake sidan, sesuai arahan PHDI Provinsi Bali bersama Majelis Desa Adat Provinsi Bali, beserta Gubernur Provinsi Bali. Kedua, karena ancaman pandemi COVID-19 ini belum menunjukkan gejala untuk berakhir, Paruman Pandita PHDI Provinsi Bali, “matur jagra winungu ring Ida Pandita’’, nunas mangde duk Ida Munggah Surya Sewana, agar ledang Ida Ratu ngewewehin antuk Puja Stawa.

“PHDI Provinsi Bali momohon kepada Pandita / Sulinggih pada saat Hari Purnama tanggal 7 Mei dan di saat melakukan upacara Surya Sewana agar menambahkan doa Puja Stawanya dengan doa AKASA STAWA, TEJA STAWA, PRATIWI STAWA, BAYU STAWA, dan AGNI STAWA,” ujar Prof. Sudiana.

Baca juga:  Ngeneng-Ngening di Klungkung Tanpa Larangan Keluar Rumah

Ia menjelaskan doa Puja Stawa ini dilakukan agar secara niskala pandemi COVID-19 ini segera berakhir. Lebih lanjut, PHDI Provinsi Bali menginformasikan bahwa dalam Puja Stawa ini dihaturkan kehadapan Ida Sang Hyang Druwa Rsi Akasa ring Giri Tohlangkir, Ida Bhatara Pangulun Danu, Ida Sang Hyang Ratnangkara (Siwa Baruna Sapta Samudra), dan Ida Bhatara Pangulun Setra.

Keputusan Paruman Pandita PHDI Provinsi Bali yang ketiga berbunyi, bahwa mohon Pengurus Harian dan Paruman Walaka PHDI Provinsi Bali serta Kabupaten/Kota se-Bali menyosialisasikan Keputusan ini kepada Ida Pandita/Sulinggih di seluruh Bali.

Keempat, apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Kemudian yang Kelima, dalam Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan di Denpasar pada tanggal 30 April 2020 atas nama Paruman Pandita PHDI Provinsi Bali Dharma Upapati, Ida Pedanda Gde Wayahan Wanasari dan Anggota, Ida Pandita Mpu Jaya Wijayananda, Ida Agung Bhagawan Rsi Agung Damar Jaya P.M., Sri Empu Dharma Sunu, Ida Bhujangga Rsi Hari Dantam, Ida Nabe Sri Bhagawan Mahacarya Sagening, dan Ida Agung Bhagawan Hyang Anulup P.M. (Winatha/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.