Nyoman Yamadhiputra.(BP/Nel)

DENPASAR, BALIPOST.com – Penundaan jadwal PON di Papua, yang awalnya di helat pada 10 Oktober 2020 dan di tunda menjadi 20 Oktober sampai dengan 2 November 2021, membuat program Pelatda berubah menjadi jangka panjang. Para pelatih tetap mengasah atlet asuhannya, meskipun hajatan multievent empat tahunan antarprovinsi se-Indonesia di Bumi Cendrawasih diundur tahun depan, namun program Pelatda atlet PON senantiasa digulirkan.

Binpres KONI Bali Nyoman Yamadhiputra, di Denpasar, menyatakan, para atlet tetap diminta bersabar dan tetap getol berlatih sesuai materi dan porsi latihan yang diberikan pelatih. “Pokoknya, para atlet tetap berlatih dan melaporkan kegiatan latihannya melalui aplikasi,” ujar Yamadhiputra, Jumat (1/5).

Dijelaskannya, sedianya tes fisik tahap kedua di gelar pada 28 April lalu, tetapi batal karena pandemi wabah COVID-19 ini.

Baca juga:  Hari Pertama Dirumahkan, Masih Ada Siswa ke Sekolah

Ia berharap, situasi kembali normal hingga atlet berlatih dalam pantuan langsung pelatih, termasuk untuk cabor beregu bisa berlatih dengan kontak fisik maupun berkumpul secara banyak. Yamadhiputra menegaskan, selama tes fisik, KONI Bali menggandeng Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja.

“Kami mempercayakan hasil tes fisik tahap pertama pada 28 April lalu, dan Undiksha menyiapkan alat tes fisik, berikut tenaga profesional. Dan hasilnya kami bisa mengetahui kondisi fisik, stamina dan kebugaran tiap atlet,” papar dia. (Daniel Fajry/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.