Bupati Suwirta saat turun dan mengimbau sendiri warga yang masih berkumpul-kumpul tanpa mengenakan masker. (BP/Gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pandemi COVID-19 masih terjadi. Terlebih dengan kepulangan PMI, penularan wabah ini justru kian cepat di Bali. Tetapi, belakangan tempat-tempat umum mulai ramai lagi.

Ini memperlihatkan anjuran pemerintah untuk memutus rantai penularan mulai diabaikan. Penyakit “maboya” masyarakat mulai kambuh lagi.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Klungkung. Ketua Gugus Tugas Nyoman Suwirta harus rela turun tangan langsung ke pusat-pusat keramaian warga, Senin (27/4). Seperti tempat hiburan, lapangan bola hingga lapangan basket. Suwirta khawatir, di tengah masyarakat berkumpul, terjadi penyebaran virus corona, sehingga harus dilakukan physical distancing.

“Kami menerima banyak laporan kalau di tengah masyarakat masih banyak yang melakukan kegiatan secara beramai- ramai,” keluh Suwirta, saat ditemui Selasa (28/4).

Laporan itu ternyata benar, ketika Suwirta bersama Tim Gugus Tugas turun ke arena bilyard di Jalan Rama Semarapura Klod Kangin. Ditempat ini tampak sekitar 40 orang anak-anak muda berkumpul. Bahkan tanpa ada yang memakai masker. Mereka sedang asik nongkrong menghibur diri bermain bola bilyard. Melihat situasi itu, Suwirta bersama aparat Sat Pol PP menemui pengelola dan pengunjung dan mengimbau untuk menutup sementara tempat itu.

Menurutnya, kondisi arena bilyard yang tidak begitu luas dipenuhi oleh pengunjung, utamanya anak-anak muda, tentu akan sangat berbahaya jika salah satu dari mereka ada yang terapar Covid- 19. Setelah memberikan pengarahan, satu per satu pengunjung sadar dan membubarkan diri.

Baca juga:  Warga Miskin Tak Terurus, Desa Jangan Berlomba-lomba Bikin Gedung Baru

Tempat selanjutnya yakni GOR Swecapura Gelgel, ditemukan sejumlah anak-anak muda tengah bermain bola basket. Bupati Suwirta pun mengingatkan bahwa olahraga secara berkelompok terjadi kontak fisik akan sangat rentan tertular virus. Untuk itu pihaknya menghimbau para penikmat basket ini untuk melakukan olah raga lain yang lebih aman.

Hal serupa juga ditemui di Lapangan Umum Desa Kamasan dan Desa Paksebali. Di kedua tempat ini ditemui warga yang didominasi oleh anak anak usia sekolah tengah bermain sepak bola. Dengan pengeras suara Bupati Suwirta pun mengingatkan untuk senantiasa menjaga jarak dan mengurangi olahraga yang menimbulkan kontak fisik.

Dari serangkaian kunjungan ke lapangan, Suwirta mengakui ternyata masih banyak masyarakat yang tidak peduli dengan imbauan physical distancing. Banyak warga bahkan tidak memakai masker saat melakukan aktivitas di luar rumah. Mereka mulai mengabaikannya.

“Kita tidak pernah tahu siapa yang sedang membawa virus ini di tubuhnya. Makanya kami imbau kurangi melakukan aktivitas secara beramai-ramai. Apalagi yang menimbulkan kontak fisik. Jika ingin berolahraga, sebaiknya lakukan secara sendiri sendiri, bukan  berkelompok atau beramai-ramai. Bantu kami untuk mempercepat pemutusan penyebaran Covid-19,” tutup Suwirta. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.