Warga menggunakan masker berjalan-jalan di Frankfurt, Jerman. (BP/AFP)

FRANKFURT, BALIPOST.com – Ditinggalkan kosong karena pandemi COVID-19 menyebabkan semua event dibatalkan, pusat ekshibisi di Berlin, Messe, disulap menjadi rumah sakit. Persiapan rumah sakit yang akan mampu menampung 1.000 pasien ini dilakukan dengan bantuan angkatan bersenjata Jerman.

Dikutip dari AFP, meski Jerman kini melonggarkan aturan karantinanya, pemerintah tetap melakukan persiapan meningkatkan kapasitas dalam menghadapi gelombang kedua COVID-19.
Kanselir Angela Merkel telah berulangkali memperingatkan bahwa Jerman tidak boleh menurunkan kewaspadaan meski tingkat infeksi di negara itu sudah menurun. Ia mengatakan Jerman masih berada “di atas lapisan es tipis”.

Pakar virus dari Charite Hospital, Christian Drosten, juga memperingatkan bahwa virus ini bisa kembali dengan “kekuatan yang sama sekali berbeda.”

“Virus ini akan terus menyebar dalam beberapa minggu ke depan dan bulan,” kata Drosten.

Ia menambahkan gelombang kedua bisa lebih berbahaya karena dapat muncul dari mana saja. Ia pun mengatakan bahwa kemungkinan gelombang kedua ini bisa menghancurkan apa yang sudah dilakukan sebelumnya.
Akibatnya, Jerman yang mendapat pujian internasional karena kapasitas sistem layanan kesehatannya yang besar, masih terus melakukan persiapan untuk meningkatkan jumlah tempat tidur yang dilengkapi ventilator.

Baca juga:  Wagub Bali Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Sanur

Saat ini, hampir sekitar 13.000 tempat tidur di instalasi darurat tersedia dari 32 ribu tempat tidur yang disiapkan negara itu. Dari awal wabah itu merebak di Jerman, negara ini memiliki banyak ruang yang belum terisi karena perbandingan ketersediaan tempat tidur instalasi daruratnya mencapai 33,9 unit per 100.000 penduduk dibandingkan Italia yang komparasinya hanya 8,6 unit dan Prancis yang mencapai 16,3 unit tempat tidur per 100 ribu penduduk.

Bahkan, Jerman kini bersiap meningkatkan layanan intensif dan kapasitas screeningnya. “Jerman bersiap menghadapi gelombang kedua,” kata Presiden Perkumpulan RS Jerman, Gerald Gass.
Negara dengan perekonomian terbesar di Eropa ini, melaporkan tingkat kematian akibat COVID-19 sebesar 3,5 persen. Jumlah warga yang terinfeksi mencapai 150.383 kasus dan kematian sebanyak 5.321 kasus. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.