Petugas imigrasi berada di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Secara akumulatif, memang perlintasan kedatangan dan keberangkatan Warga Negara Asing (WNA) lewat Bandara Internasional Ngurah Rai menurun drastis. Namun demikian, bukan berarti pascaditutupnya pintu masuk wilayah NKRI untuk wisatawan, kedatangan WNA berada di titik nol.

Sebagaimana data yang diterima Bali Post dari Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, melalui Humas Kemenkumham Bali, Putu Surya Dharma, Rabu (22/4), selama April 2020, persisnya dari 1 April hingga 20 April (20 hari), WNA yang datang ke Bali tercatat 567 orang. Sedangkan yang meninggalkan Bali melalui perlintasan Bandara Ngurah Rai tercatat 5.264 orang.

Yang menarik, dari data yang diterima, dari 567 kedatangan WNA, di peringkat ke 1 adalah WNA Tiongkok. Yakni berjumlah 92 orang. Lima besar lainnya adalah India 84 orang, Spanyol 49 orang, Jepang 35 orang, dan Inggris 22 orang.

Baca juga:  Jelang Akhir Tahun, Okupansi Homestay di Ubud Turun

Sedangkan yang meninggalkan Bali, dalam angka lima besar yakni Korea 724 orang, disusul Rusia 690 orang,
Tiongkok 404 orang, Jepang 393 orang dan Swedia 383 orang.

Lantas, mengapa orang asing, bahkan Tiongkok menduduki peringkat satu bisa datang ke Bali? Ditanya demikian, Humas Kemenkumham Bali, Surya Dharma mengattakan, bahwa dari 567 orang WNA itu tidak ada yang terdaftar sebagai wisatawan.

Namun, mereka datang sebagai crew kapal, pemegang izin tinggal ITAS, ITAP dan perwakilan diplomatik. “Jumlah WNA yang tidak masuk crew yang masuk ke Bali hingga 20 April sebanyak 29 orang. Mereka pemegang izin tinggal ITAS, ITAP dan perwakilan diplomatik,” ucap Surya.

Sedangkan sisanya adalah crew kapal, ada pesawat, ada juga pesawat cargo dengan crew orang asing. (Miasa/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.