Bus Damri disiapkan mengangkut naker migran yang akan dipindahkan ke hotel di Badung. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Satgas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Bangli saat ini tengah berusaha mencari lokasi baru untuk dijadikan tempat karantina para pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bangli. Hal itu dilakukan menyusul adanya keberatan dari sejumlah tokoh masyarakat di Legian soal adanya puluhan PMI asal Bangli yang dikarantina di sebuah hotel di wilayah tersebut.

Koordinator Humas Satgas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa, Sabtu (18/4), mengungkapkan berdasarkan laporan yang diterimanya tim yang bertugas, hotel yang kini ditempati puluhan PMI asal Bangli di wilayah Kuta, didatangi pihak camat, lurah dan prajuru adat Legian.

Pada dasarnya mereka menyampaikan keberatan adanya PMI asal Bangli yang dikarantina di wilayah setempat. Bangli diberikan waktu untuk pindah hingga besok sore.

Atas adanya keberatan tersebut, Satgas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Bangli saat ini masih berusaha mencari lokasi alternatif lain untuk tempat karantina PMI. Disebutkan Dirgayusa terdapat 96 orang PMI yang menjalani karantina di hotel yang ada di wilayah Kuta tersebut. “Kami juga mencari lokasi alternatif yang baru ini untuk tambahan 15 PMI asal Bangli yang baru datang,” terang mantan Camat Kintamani itu.

Baca juga:  Dishub Denpasar Sayangkan Penurunan PMI Luar Bali di Pelabuhan Benoa

Jika usaha mencari lokasi alternatif lain tidak membuahkan hasil, tidak menutup kemungkinan Satgas akan memindahkan PMI asal Bangli untuk dikarantina di Bangli. Sebagaimana yang sempat direncanakan di awal, adapun tempat yang akan dipakai tempat karantina yakni gedung sanggar kegiatan belajar (SKB) di Kayuambua, Susut dan gedung diklat di RSJP Bali di Banjar Kawan, Bangli. “Saat ini masih sedang negosiasi. Kami tetap berupaya biar bisa di sana (di hotel) karena kami di Bangli masih belum siap tempat,” tambahnya. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.