Gede Suyasa. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 kembali mengkonfirmasi tambahan pasien positif terinfeksi COVID-19. Tambahan 1 orang ini setelah hasil tes swab menyatakan positif.

Dengan tambahan ini, sekarang ada 2 pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Keduanya, sekarang dirawat di Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas, Kecamatan Sawan.

Menurut Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. dalam update perkembangan kasus COVID-19, Kamis (16/4), tambahan pasien yang terkonfirmasi positif itu setelah yang bersangkutan menunjukkan gejala mirip terinfeksi COVID-19.

Tim medis puskemas lantas merujuk pasien ke RSP Giri Emas. Pada Selasa (14/4), tim medis melakukan rapid test. Hasilnya, pasien dinyatakan positif COVID-19.

Pasien ini, dikatakannya memiliki riyawat pergi ke luar negeri. Selain tambahan 1 pasien terkonfirmasi positif itu, Suyasa menyebut, tim dokter juga merawat 1 orang pasien yang sebelumnya menunjukkan gejala mirip tertular COVID-19.

Pasien ini diketahui memiliki riwayat bekerja di luar negeri. Dari hasil rapid test, hasilnya positif. Namun demikian, tim dokter masih menunggu konfirmasi hasil tes swab PCR yang belum turun.

Di sisi lain Suyasa mengatakan, ada orang 5 pasien asal Buleleng juga terkonfirmasi positif Covid-19. Hanya saja, kasus ini ditangani Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali.

Baca juga:  Produksi Ratusan Ribu Masker, Ini Jumlah Anggaran Disiapkan Buleleng

Hasil rapid test dinyatakan positif, sehingga mereka dirawat di rumah sakit di Denpasar. “Kita masih tungu hasil sawab untuk pasien yang dirawat di RSP Giri Emas. Yang 5 orang itu kasusnya ditemukan gugus tugas di provinsi dan sampai sekarang dirawat di rumah sakit di Denpasar,” jelasnya.

Suyasa menambahkan, secara akumulatif kasus positif COVID-19 di kabupaten ditemukan 5 kasus. Dari jumlah itu, 3 orang pasien dinyatakan sembuh, dan 2 orang masih dirawat di RSP Giri Emas.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara kumulatif tercatat 11 orang dan 6 orang diantaranya dinyatakan negatif. Orang Dalam Pemantauan (ODP) 83 orang terdiri dari ODP yang bergejala 3 orang, ODP telah selesai masa pantau sebanyak 78 orang, dan 2 ODP melakukan karantina mandiri.

Sementara, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 163 orang. Seluruhnya sudah selesai masa karantina.

Ada juga warga yang melakukan perjalanan daerah terjangkit dan daerah transmisi lokal sebanyak 2.014 orang. Rinciannya, 996 selesai mengikuti masa pantau 14 hari. Sisanya, 1.018 orang yang terdiri dari pekerja kapal pesiar yang sebelumnya berjumlah 408 menjadi 391, TKI lainnya 16 orang, WNA 2 orang, warga yang pulang dari luar negeri 1 orang, dan datang dari daerah transmisi lokal di Indonesia sebanyak 608 orang. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.