Dewa Made Indra (tengah) menyerahkan tambahan APD dan rapid test ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Buleleng, Sabtu (11/4). (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kabupaten Buleleng menerima tambahan alat rapid test sebanyak 500 pcs. Tambahan bantuan ini diserahkan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Provinsi Bali Dewa Made Indra saat memantau penanganan COVID-19 di Buleleng, Sabtu (11/4).

Tambahan rapid test ini dimanfaatkan untuk menguji kesehatan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang dari luar negeri. Selain alat rapid test, Pemprov Bali juga memberi tambahan peralatan untuk tim medis COVID-19 di RSUD dan Rumah Sakit Pratama (SRP) Giri Emas, Kecamatan Sawan sebagai rumah sakit isolasi pasien COVID-19 di Bali Utara.

Peralatan itu diantaranya, 250 baju Alat Pelindung Diri (APD), 25 box masker bedah, dan maskes N-95 sebanyak 500 buah. Dengan tambahan peralatan ini, diharapkan tim medis terlindungi dari kemungkinan terpapar virus yang telah mewabah ini.

“Saya melihat tim gugus tugas di sini sudah bekerja maksimal dan mengikuti protokol kesehatan, dan sekarang kami bawakan tambahan peralatan dan mudah-mudahan kita bisa melawan wabah ini,” katanya.

Di sisi lain, Dewa Made Indra mengatakan, terkait keberadaan PMI yang baru pulang dari luar negeri, pihaknya mengajak warga tidak lagi khawatir kalau kemungkinan mereka menularkan COVID-19. Ini karena, setiap PMI yang dipulangkan telah mengikuti tahapan screening ketat dari bandara dan satgas covid provinsi.

Baca juga:  Seorang Naker Migran Asal Buleleng Juga Dikonfirmasi Positif COVID-19

PMI yang dipulangkan ini dinyatakan sehat dan rapid test pertama hasilnya negatif, sehingga diizinkan pulang ke rumahnya masing-masing. Setelah rapid test pertama, Dewa Made Indra menginstruksikan tim gugus tugas di daerah kembali melakukan rapid test ke 2.

Jika dari hasil rapid test ke 2 ini hasilnya negatif, para PMI ini sehat 100 persen dan dapat berinteraksi sosial dengan siapapun. “Anak-anak pekerja yang dipulangkan ini sudah di-rapid test dan hasilnya negatif. Yang positif sudah kami ambil dan langsung ditangani di provinsi, dan tidak ada yang kami beri ke kabupaten. Untuk memastikan kesehatannya, mereka ini harus di-rapid test ke-2 kalau kembali negatif itu artinya mereka sehat dan tidak membawa virus ke daerah kita,” tegasnya.

Terkait temuan penularan melalui transmisi lokal, Dewa Made Indra mengatakan, situasi ini terjadi karena masih ada perilaku kurang disiplin di masyarakat mengikuti anjuran pemerintah. Seperti, ada warga yang tidak terbiasa memakai masker, rajin mencuci tangan, dan melaksanakan social distancing. “Mengapa trasmisi lokal masih terjadi, karena kurang sisiplin. Kalau kita disiplin maka penularan virus ini dapat dilakukan dengan cara mudah, apa itu gunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak sosial,” tegasnya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.