Haarlem. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gelandang serang Bali United Kadek Haarlem Anggariva awalnya merasa grogi berlatih bersama kakak seniornya di tim Bali United. Maklum, skuad tim Serdadu Tridatu bermaterikan pemain kenyang pengalaman, plus sederet legiun asing.

Padahal, Haarlem berkostum Bali United resmi sejak 2017 membela tim U-19, termasuk masuk skuad tim Bali United U-20 pada 2019 lalu. Haarlem mengaku setia berkostum Bali United. “Saya bergabung dengan Bali United sejak 2017 sampai sekarang,” ungkap pemain kelahiran Denpasar, 10 Agustus 1999 ini.

Dia menceritakan, saat ini dirinya masuk dalam bangku cadangan, namun siap jika diturunkan pelatih. “Kalau saya dipercaya pelatih membela tim, pasti saya akan tampil maksimal dan menunjukkan skill-ball berkualitas,” terang putra kedua dari pasangan Nyoman Mertajiwa dan Ni Kadek Aristawati ini.

Haarlem menjelaskan, suasana dan materi latihan di tim U-20 dan senior sangat berbeda. “Saya merasa mental saya diuji ketika berlatih bersama kakak senior. Namun saya justru bangga bisa menimbah ilmu dari pemain senior yang berpengalaman,” tuturnya.

Baca juga:  Bali United U-19 dan Borneo Petik Kemenangan

Haarlem mulai belajar menendang bola di SSB Bintang Bali Centre (BBC) kemudian berlatih di SSB Guntur dan SSB Putra Tresna. Bakat dan talenta Haarlem mulai tampak ketika duduk di bangku kelas V SDN 11 Sumerta, dirinya terpilih mewakili Bali pada kesebelasan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Jakarta.

Saat duduk di bangku SMPN 9 Denpasar, Haarlem juga pernah membela klubnya Guntur pada turnamen U-14 di Solo. Haarlem ketika duduk di bangku SMAN 7 Denpasar juga pernah mewakili Putra Tresna pada Piala Soeratin U-17, dan mewakili Bali ke putaran nasional di Sidoarjo. “Saya hobi main bola sejak kecil di Lapangan Pica, dan kebetulan berdekatan dengan rumah saya,” ujar pemain yang bercita-cita menjadi pesepak bola Timnas ini. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN