Gubernur Bali, Wayan Koster. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Akumulatif jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 di Bali kembali bertambah, Rabu (8/4). Saat ini tercatat 215 orang PDP dari data terakhir 199 orang per Senin (6/4) lalu.

Demikian juga akumulatif kasus positif bertambah 6 orang dari 43 kasus pada Senin (6/4) lalu menjadi 49 kasus. Untuk pasien meninggal dunia tetap 2 orang WNA, dan pasien positif yang sembuh tetap 19 orang (4 WNA dan 15 WNI).

‘’49 pasien positif terdiri dari 7 orang WNA dan 42 orang WNI. Bertambah 6 orang WNI kalau dibandingkan data yang positif kemarin,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, di Jayasabha, Denpasar, Rabu kemarin.

Dari keseluruhan 42 WNI positif Covid-19, lanjut Koster, sebanyak 27 orang berdomisili di Bali (bertambah 1 orang dari sebelumnya – red). Sedangkan 15 lainnya adalah pekerja migran Indonesia (PMI). Pada 6 kasus baru, 5 di antaranya merupakan PMI. ‘’Kecenderungan pasien positif dari PMI terus bertambah. Kebanyakan mereka itu bekerja di Amerika dan Italia,’’ jelasnya.

Koster menambahkan, warga Bali yang menjadi PMI atau anak buah kapal (ABK) diperkirakan mencapai lebih dari 20 ribu orang. Sejak 29 Maret hingga 7 April, sudah dipulangkan sebanyak 6.174 orang. Rabu (8/4) malam pulang lagi sekitar 601 orang dari Amerika. Setiap hari pun ada yang pulang dari berbagai negara dan semuanya harus mengikuti rapid test untuk memastikan kondisi kesehatannya. PMI/ABK yang hasil rapid test-nya negatif boleh pulang, namun harus melakukan karantina mandiri di rumah dengan disiplin. Satgas Gotong Royong di Desa Adat diminta ikut mengawasi. ‘’Mohon agar masyarakat di desa adat/desa bisa menerima kepulangan warganya, tapi tetap harus diawasi dengan ketat dan dikarantina supaya menghindari transmisi pada warga lokal,’’ paparnya.

Untuk PMI/ABK yang positif, lanjut Koster, langsung dibawa ke RS rujukan untuk segera mendapatkan perawatan yang intensif sesuai standar kesehatan. Di sisi lain, pihaknya kembali menyiapkan tempat karantina bagi warga Bali yang menjadi PMI/ABK dengan kapasitas 1.012 tempat tidur. Fasilitas itu tersebar di Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat Provinsi Bali, Badan Pelatihan SDM Provinsi Bali, Wisma Bima milik Kementerian PU, serta Politeknik Transportasi Darat milik Kementerian Perhubungan (cadangan). ‘’Tempat yang dipakai karantina ini merupakan fasilitas pendidikan bagi para pegawai dan pejabat struktural. Berisi fasilitas yang memadai berupa kamar tidur, tempat tidur, dan dilengkapi AC,’’ katanya.

Baca juga:  Kasus Positif COVID-19 Capai 82 Ribu Orang, AS Duduki Peringkat Pertama di Dunia

Selain itu, lanjut Koster, PMI/ABK yang dikarantina juga diberikan fasilitas makanan dan minuman dengan kualitas baik secara gratis, yang biasa disiapkan oleh katering. Secara khusus, mantan anggota DPR-RI ini meminta bendesa adat agar bersinergi dengan kepala desa/lurah untuk segera memfungsikan Satgas Gotong Royong di desa adat, serta melaksanakan tugas secara niskala dan sekala sesuai Keputusan Bersama Gubernur Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali. Kemudian masyarakat agar melaksanakan dengan tertib Instruksi Gubernur Bali Nomor 8551 Tahun 2020 tentang Penguatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Bali tanggal 1 April 2020. Yaitu memperkuat pembatasan warga beraktivitas di luar rumah, pembatasan kegiatan keramaian dan objek wisata, pembatasan kegiatan adat dan agama, serta pembatasan masyarakat melakukan perjalanan ke luar dan/atau masuk ke Bali.

Koster menambahkan, RS PTN Unud sebagai Pusat Penanganan Covid-19 telah mulai beroperasi per 7 April 2020. Dengan mulai berfungsinya RS PTN Unud maka pasien PDP dan pasien positif Covid-19 yang baru tidak lagi dirawat di RSUD kabupaten/kota, agar penyebaran Covid-19 semakin terkendali. Sedangkan pasien positif yang berat akan dirawat di RSUP Sanglah.

Untuk perlengkapan Covid-19, Kepala BNPB telah memberikan bantuan 12.500 unit APD yang sudah dibagikan kepada semua RS rujukan sebanyak 12.300 unit. Dengan demikian, masih tersedia APD sebanyak 200 unit dan sudah dilakukan pengadaan lagi sebanyak 4.000 unit (belum datang – red). Untuk rapid test kit, telah datang 12.200 kit dan Bali akan mendapat tambahan lagi sebanyak 5.000 kit. Rapid test kit sudah dibagikan kepada semua RS rujukan, sebanyak 6.174 kit sudah dipakai untuk rapid test PMI sehingga masih tersedia sebanyak 650 kit. Pemprov telah melakukan pengadaan 4.000 kit, tetapi baru datang 200 kit. ‘’Kami sedang menunggu kedatangan bantuan dari pihak ketiga (Temasek–Singapura) sebanyak 20.000 kit. Sudah tiba dan sedang diproses di Bandara Soekarno-Hatta,’’ katanya.

Sementara untuk masker, kata Koster, Bali sudah menerima bantuan sebanyak 37.500 buah serta masker N95 eks Gunung Agung sebanyak 24.960 buah. (kmb/balipost)

BAGIKAN