Petugas melakukan rapid test pada sejumlah warga yang melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19, Senin (6/4) di GOR Swecapura. (BP/gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Puluhan warga dites cepat di GOR Swecapura, Senin (6/4) siang. Mereka ada warga yang sempat kontak dengan pasien positif COVID-19 dan ODP yang belum sempat menjalani rapid test pada jadwal sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Klungkung dr. Ni Made Adi Suapatni mengatakan jumlah warga yang melakukan rapid test mencapai 80 orang. Setelah menjalani rapid test, mereka sementara tetap diminta melakukan isolasi mandiri di rumah. Mereka juga harus wajib pakai masker.

Dijelaskan seluruhnya memperoleh hasil negatif. Namun, ia mengatakan hasil rapid test hari ini belum menjamin mereka sudah aman dari ancaman virus Corona.

Sehingga, 14 hari setelah rapid test ini, mereka wajib menjalani rapid test kedua. Kalau rapid test kedua setelah 14 hari nanti hasilnya juga negatif, maka mereka dinyatakan aman. “Tetapi kalau hasilnya mengarah positif, maka yang bersangkutan harus menjalani tes swab untuk lebih memastikan hasilnya, sesuai dengan SOP penanganan pasien positif COVID-19,” katanya seraya menyampaikan, rapid test melibatkan 8 orang petugas.

Baca juga:  Edukasi Pedagang Cegah Transmisi Lokal, Wakapolres Ikut Turun Tangan

Rapid test ini dipantau langsung Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nyoman Suwirta. Dia melihat langsung satu per satu warga menjalani rapid test. Suwirta mengatakan, rapid test ini untuk memperoleh kepastian kondisi kesehatan mereka.

Jangan sampai masyarakat semakin latah menggunakan praduga tanpa ada kejelasan. Menurutnya, masyarakat saat ini tidak melihat hasil, tetapi lebih banyak menggunakan perkiraan. Inilah yang memicu rasa takut dan tekanan psikologis.

Langkah ini diharapkan dapat segera memperjelas sikap gugus tugas berikutnya. Kalau ada yang positif agar segera dikirim ke ruang isolasi RSUD Klungkung.

Warga yang menjalani rapid test ini adalah mereka yang punya riwayat kontak langsung dengan pasien yang dinyatakan positif COVID-19, baik keluarganya, tetangganya maupun teman-temannya.

Sejauh ini ada dua kasus positif COVID-19. Keduanya punya riwayat sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di kapal pesiar. (Bagiarta/balipost)