Bupati Eka Wiryastuti. (BP/dok)

TABANAN, BALIPOST.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti telah menyiapkan sejumlah program dalam menghadapi skenario terburuk dampak virus Corona atau COVID-19 di Bali khususnya di Tabanan. Program-program tersebut pada intinya diarahkan memperkuat ketahanan pangan.

Untuk ketahanan pangan sendiri, Bupati Eka mengatakan pihaknya dan Satgas hampir setiap hari terus koordinasi menjaga ketersediaan bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat. “Darurat sipil intinya bisa makan, persiapannya bagaimana agar kebutuhan pokok masyarakat bisa terpenuhi,” terangnya.

Salah satu kegiatannya, mengarahkan petani untuk menanam komoditi yang dibutuhkan oleh masyarakat lokal alias bukan lagi untuk pariwisata, hotel dan restoran seperti dulu. Begitu pula ketersediaan di peternakan dan perikanan.

Program yang dirancang ini juga melibatkan peran desa dinas dan adat. Skenarionya, komoditi yang dihasilkan masyarakat akan dibeli oleh BUMDes atau masyarakat bisa menjual langsung ke BUMDes.

Ibaratnya BUMDes akan menjadi supplier untuk memenuhi kebutuhan sehari hari masyarakat dan sifatnya tersentral. “Jadi ada 50 BUMDes yang sedang kita persiapkan untuk itu. Ini kita sentralkan semua di desa atau di desa adatnya sendiri sehingga satgas desa akan lebih mudah mengontrol masyarakatnya,” terangnya.

Baca juga:  Tabanan Konfirmasi Pasien Positif COVID-19 Sembuh, Masih 4 Dirawat

Lanjut kata Bupati Eka, satu BUMDes bukan berarti hanya untuk satu desa saja. “Misalnya saja Desa Bedha yang terdiri dari sekian adat, karena wilayahnya luas, pakai tiga BUMDes. Dan tiga BUMDes saja yang diberdayakan dan pasti berbeda penyertaan modalnya karena penduduk lebih banyak dan disesuaikan kondisi geografis daerah masing-masing,” terangnya.

Termasuk masalah ketahanan pangan ini Bupati Eka menyampaikan, pihaknya mengharapkan agar untuk penghasil telur, sayur mayur, ikan lebih diutamakan untuk kepentingan warga Tabanan terlebih dahulu, tidak boleh keluar, “Penuhi dulu kebutuhan BUMDes tiap harinya untuk kebutuhan masyarakat. Jadi memang lebih ke egosektoral di sini, karena kita tidak mau sekarang banyak oknum yang bermain mencari untung saja,” terangnya.

Termasuk, jika kemungkinan dalam detik terakhir masa panen petani justru mengalami gagal panen, pemerintah daerah pun siap mengambil beras cadangan pemerintah di Bulog dengan APBD. “Tetapi saya yakin produksi beras petani Tabanan masih aman untuk tiga bulan ke depan. Saya cek masih surplus ada 65 ribu ton,” ucapnya. (Puspawati/balipost)