Gubernur Bali Wayan Koster. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Masyarakat Bali diimbau untuk melakukan social distancing dengan bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan mengurangi aktivitas ke luar rumah kecuali karena ada keperluan sangat mendesak. Gubernur Bali Wayan Koster bahkan kembali mengeluarkan imbauan terbaru agar masyarakat mengurangi/menunda perjalanan ke Bali atau ke luar Bali.

Akan tetapi, pintu-pintu masuk Bali seperti Bandara Ngurah Rai masih tetap dibuka. Hal ini tentu mengundang pertanyaan publik. “Kalau terhadap Bandara, kami tidak menutup. Tetapi sejumlah negara memang sudah menutup sendiri penerbangannya ke Indonesia termasuk ke Bali,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar, Sabtu (28/3).

Untuk menutup Bandara dan pelabuhan, lanjut Koster, Pemprov Bali harus mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah pusat. Kalau pintu-pintu masuk itu ditutup untuk semua akses, menurutnya itu sudah merupakan kebijakan lockdown yang kewenangannya ada di pemerintah pusat.

Baca juga:  10 Bali Baru untuk Selamatkan Bali

“Kami tidak melakukan itu karena bukan kewenangan kami. Yang kami lakukan adalah pembatasan terhadap warga yang keluar dari rumah atau mengikuti kegiatan-kegiatan yang dihadiri oleh banyak orang,” jelasnya.

Koster menambahkan, imbauan agar masyarakat mengurangi/menunda perjalanan ke Bali atau ke luar Bali adalah bagian dari upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19. Khususnya mengurangi risiko penyebaran COVID-19 lewat interaksi antar individu maupun antar kelompok masyarakat saat melakukan perjalanan. (Rindra Devita/balipost)