Uji coba alat penyemprot disinfektan otomatis dilakukan STMIK Primakara, Sabtu (21/3). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Di tengah merebaknya wabah COVID-19, terobosan untuk memutus penyebaran virus ini sangat dibutuhkan. Upaya ini lah yang coba dilakukan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Primakara Bali dengan menciptakan gate penyemprotan disinfektan otomatis.

Menurut Ketua STMIK Primakara I Made Artana, S.Kom., M.M., Sabtu (21/3), alat ini dibuat untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan virus Corona. “Melihat kondisi terkini akibat pandemi COVID-19, kami tergerak menciptakan gate penyemprotan disinfektan otomatis,” katanya.

Ia mengatakan gate penyemprotan disinfektan otomatis in bentuknya berupa bilik ukuran 2,5 x 1 meter. Dalam uji cobanya, alat itu terpajang di depan pintu utama kampus tersebut.

Fungsinya, untuk melakukan penyemprotan disinfektan otomatis kepada siapapun yang melewatinya. “Alat ini merupakan gerbang penyiraman cairan disinfektan yang memiliki kemampuan penyiraman otomatis yang memafaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dengan memanfaatkan Microcontroller, Sensor dan Relay,” terang Made Adi Paramartha Putra, salah seorang Dosen Prodi Teknik Informatika STMIK Primakara yang ikut menciptakan alat ini.

Adapun cara kerja alat yang menggunakan bantuan dari Arduino IDE ini adalah melakukan deteksi secara terus menerus, kemudian saat mendeteksi pengguna di jarak tertentu, relay akan menyalakan pompa untuk menyemprotkan cairan disinfektan secara otomatis. “Semuanya itu akan bisa berjalan ketika dibaca oleh sensor yang kita taruh di bagian atas depan bilik. Kemudian saat mendeteksi pengguna di jarak tertentu, relay akan menyalakan pompa untuk menyemprotkan cairan disinfektan melalui lima lubang yang telah disediakan,” terang Adi.

Dikatakan Artana, keberadaan gate penyemprotan disinfektan otomatis akan dibutuhkan dan efektif digunakan, terutama pintu keluar masuk Bali, seperti bandara, pelabuhan, termasuk di tempat-tempat publik lainnya seperti mall/pusat perbelanjaan hingga perkantoran pemerintah dan tempat lainnya.

Baca juga:  Pencegahan dan Penangangan COVID-19, Ini Sejumlah Kebijakan Strategis yang Dikeluarkan Gubernur Koster

“Kalau seperti di bandara, tempat umum atau perkantoran biasanya dilakukan penyemprotan disinfektan secara manual. Tentu itu menimbulkan ketidaknyamanan bagi yang disemprot maupun yang menyemprot. Makanya STMIK Primaka berinisiatif untuk membuat alat ini,” terang Artana lebih lanjut.

Penciptaan gate penyemprotan desinfektan otomatis ini terbilang dikebut dengan cepat yakni hanya dalam jangka waktu kurang dari dua hari. Tim dari STMIK Primakara bergerak cepat menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan khususnya perangkat IoT, termasuk melakukan programing atau koding sederhana untuk mengoperasikan alat ini secara otomatis.

“Awalnya saya di-tag dan ditantang teman di Facebook untuk membuat sesuatu di tengah situasi keperihatinan kita berjuang melawan Corona. Jadi lahirlah alat ini,” ungkap Artana yang pernah meraih Technopreneur Award dari Majalah M&I.

Walau gate penyemprotan disinfektan otomatis ini saat ini baru sebatas protipe, namun saat uji coba alat ini sudah dapat bekerja dengan baik. Diakui, memang masih memerlukan sejumlah perbaikan atau peningkatan. Salah satunya adalah kualitas deteksi sensor yang dinilai masih kurang sensitif terhadap tubuh manusia.

Diharapkan ini bisa menjadi solusi membantu pemerintah dan masyarakat bersama mencegah dan melawan virus Corona. Sebab penyediaan alat penyemporotan disinfektan secara otomatis sudah harus dilakukan di tempat-tempat umum untuk mencegah penularan virus Corona semakin meluas.

“Selain lebih efektif, alat ini juga punya sifat memaksa, jadi semua orang itu bisa lewat satu gerbang dan dilakukan penyemprotan desinfektan secara otomatis. Goal utama kami adalah membantu pemerintah dan semua pihak melakukan upaya seoptimal mungkin mencegah dan menangggulangi penyebaran Covid-19,” sebutnya. (kmb/balipost)