DENPASAR, BALIPOST.com – Untuk mencegah penularan virus Corona atau COVID-19, pemerintah telah mengambil kebijakan meminta sekolah untuk mengubah pembelajaran tatap muka menjadi belajar online di rumah masing-masing. Kebijakan yang terkesan mendadak ini tentu saja tidak dibarengi dengan kesiapan semua pihak karena kemampuan yang berbeda-beda. Demikian diungkapkan Ketua STMIK Primakara I Made Artana, S.Kom., M.M., Jumat (20/3).

Menurut Artana hal ini bisa dilihat di timeline media sosial orang tua siswa yang mengeluhkan online learning. “Jawabannya, sebagian tentu sudah siap dan sudah terbiasa dengan online learning, tapi sebagian besar lainnya sepertinya masih mengalami kendala,” katanya.

Menyadari situasi ini, STMIK Primakara sebagai Kampus IT Masa Kini yang dikenal sebagai Technopreneurship Campus ini, tidak ingin tinggal diam. “Kami menawarkan pendampingan belajar online untuk guru, siswa dan orang tua yang membutuhkan,” ungkap Artana yang pernah meraih Technopreneur Award dari Majalah M&I dan juga pengusaha visioner yang telah lebih dari 20 tahun bergerak dalam bidang IT.

Kampus IT Terbaik di Bali, NTT, NTB (Bali Nusra) ini menyediakan pendampingan bagi guru, siswa dan orang tua yang mengalami kendala teknis. Pendampingan dilakukan secara remote (online), mengingat saat ini seluruh dosen STMIK Primakara bekerja remote dari rumah masing-masing.

“Kami juga siapkan help desk bagi guru, orang tua atau siswa yang alami kesulitan hal teknis. Kami support pendampingan online. Ada banyak tim kami siapkan membantu secara remote working,” kata Artana yang juga peraih penghargaan Most Outstanding Development Officer ini.

“Misalnya kalau ada yang bertanya tentang penggunaan aplikasi Ruang Guru atau bagaimana membuat Google Form, ada tim khusus yang siap membantu,” imbuh peraih The Best Development Officer dari JCI Asia Pacific Development Council ini.

Baca juga:  Dana Desa untuk Penanganan COVID-19, Ini Prioritasnya

Ia juga mengatakan pihaknya memberikan penguatan e-learning karena kondisi sekarang ini juga ada sisi positifnya. “Dunia pendidikan mulai aware dengan e-learning mulai dari SD sampai perguruan tinggi,” ujar Artana.

Founder Kampus Alfa Prima ini menegaskan, siap atau tidak, online learning atau e-learning sudah menjadi kebutuhan saat ini dan di masa mendatang. “Kalau dalam jangka pendek mungkin sekolah tidak terlalu konsern pada e-learning. Tapi bagaimana kalau kondisi akibat pandemi COVID-19 ini relatif panjang? Maka penguatan pada online learning harus dilakukan,” kata Artana.

Karenanya STMIK Primakara memandang saat ini menjadi momentum titik tolak dunia pendidikan untuk lebih serius menggarap online learning atau e-learning. Solusi yang ditawarkan STMIK Primakara dengan melakukan pendampingan online learning ini juga akan disosialisasikan lebih masif ke sekolah-sekolah, termasuk akan disampaikan juga kepada Gubernur Bali dan Bupati/Walikota se-Bali.

“Goal utama kami adalah membantu guru, orang tua dan siswa. Di tengah situasi ini kehadiran STMIK Primakara harus dirasakan masyarakatnya,” pungkas Artana yang juga Juara I Penggerak Wirausaha Muda Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2017 dan peraih CYEA (Creative Young Entrepeneur Award) dari Junior Chamber International ini.

Sejauh ini ada 13 Modul Pendampingan Belajar Online untuk Guru, Siswa dan Orang Tua yang disiapkan dan dibagikan STMIK Primakara. (kmb/balipost)