DENPASAR, BALIPOST.com – Upaya pemerintah mencegah COVID-19 dengan menutup akses keramaian, seperti memberikan kesempatan pada pelajar, mahasiwa, serta ASN untuk belajar dan bekerja dari rumah, agak bertolak belakang, dengan pola penanganan orang asing. Jumlah warga negara asing (WNA) ke Bali mulai 1 hingga 15 Maret ini masih cukup tinggi.

Selama setengah bulan, persisnya dari 1 hingga 15 Maret, WNA yang masuk Bali, baik dari Bandara Internasional Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa mencapai angka 150 ribuan. Persisnya, berdasarkan data Kemenkumham Bali, yang membawah tiga pemeriksaan imigrasi, selama 15 hari ada sebanyak 150.794 wisatawan dari 170 negara.

Hal itu dibenarkan Humas Kemenkumham Bali, Putu Surya Dharma, Senin (16/3). Dari data yang diterima Bali Post, dari 150.794 wisatawan dari 170 negara itu, yang masih mendominasi adalah turis Australia di angka 38.187 wisatawan.

Baca juga:  Bali Belum Bebas Rabies

Sementara itu, United Kingdom sebanyak 10.192 orang dan Rusia mencapai 9.334 orang. Wisatawan Tiongkok juga bertambah.

Selama 15 hari, jumlah WN Tiongkok masuk Bali mencapai 1.143 orang. Sedangkan dari Hongkong 1 orang, itu pun dari Pelabuhan Benoa.

Secara keseluruhan, kata Surya Dharma, turis yang datang lewat Pelabuhan Benoa selama 15 hari sebanyak 1.025 orang, dan lewat Bandara Ngurah Rai sebanyak 149.796. (Miasa/balipost)