DENPASAR, BALIPOST.com – Pegolf nasional Ida Ayu Indira Melati Putri sedianya mengikuti turnamen internasional Asia Pasifik, di Thailand pada Februari. Namun, agenda kejuaraan ditunda karena wabah corona.

Bahkan, kejuaraan internasional Ratu Sirikit di Jakarta, Maret ini, juga molor. Sesuai dengan jadwal yang diterima, turnamen Ratu Sirikit bakal ditunda Juli nanti. Sedangkan kejuaraan Asia Pasifik di Thailand dihelat Oktober mendatang.

Ia pun tidak lagi berlatih di pelatnas. “Saya memutuskan pulang dan berlatih di Bali,” ucap pegolf kelahiran Denpasar, 12 Juli 1997 ini.

Atlet yang akrab disapa Dayu Mela ini juga lolos PON, bahkan mengikuti Pra-PON di Makassar (Sulsel), namun belum ada kejelasan golf ini dipertandingkan pada PON Papua atau tidak. “Sebenarnya Bali meloloskan pegolf putra (3) dan putri (3),” ungkap putri kedua pasangan Ida Bagus Surya Sanjaya dan Ida Ayu Winduwati ini.

Infomasi yang diterima, katanya cabor golf dipindah ke Jatim dan dipertandingkan di lapangan golf Taman Dayu Pandaan. “Kenyataannya sampai sekarang belum ada kejelasan. Bahkan saya juga tidak ikut tes fisik atlet PON Bali” ungkap Alumnus Jurusan Bisnis Manajemen, Universitas Purdue, AS ini.

Baca juga:  Novotel Bali Nusa Dua Siapkan Paket Liburan Akhir Tahun

Selama berkuliah di Negeri Paman Sam, Dayu Mela sering membela kampusnya, guna mengikuti berbagai turnamen di berbagai negara bagian AS. Dayu Mela sendiri menyesalkan PON tanpa mempertandingkan golf, mengingat biaya yang dikeluarkan seluruh Pengprov PGI cukup banyak dalam mengirimkan atletnya ke ajang Pra-PON. “Ya kasian, Pra-PON sempat digelar tetapi cabor golf dicoret pada PON,” sebut pegolf yang ikut andil menyumbang perak di nomor tim, pada SEA Games di Malaysia (2017).

Dayu Mela mulai pegang stik golf sejak duduk di bangku kelas 5 SDK Santo Yoseph 2 Denpasar. Selanjutnya, prestasi Dayu makin gemilang pada berbagai turnamen nasional yang diselenggarakan di Surabaya dan Yogyakarta.

Ia terus menggeluti golf hingga duduk di bangku SMPN 3 dan SMAN 3. Dayu Mela menyumbang medali perunggu di nomor perorangan dan medali perak di nomor beregu pada PON Riau 2012 lalu. (Daniel Fajry/balipost)