Dua orang WNA diperiksa suhu tubuhnya di Pelabuhan Gilimanuk. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Sejak merebaknya kasus Korona masuk ke Indonesia, para penumpang kapal atau pengguna jasa Gilimanuk-Ketapang dilakukan pemeriksaan suhu tubuh oleh petugas. Khusus di Pelabuhan Gilimanuk, pemeriksaan suhu tubuh dengan termometer infrared ini dilakukan bagi pengguna jasa pejalan kaki yang hendak menyeberang ke pulau Jawa.

“Begitu juga sebaliknya, penumpang pejalan kaki yang masuk ke Bali diperiksa di Ketapang. Ini SOP kami bersama petugas Kesehatan Pelabuhan, ” ujar Manager Operasional ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Agus Supriyatno seusai rapat koordinasi antarinstansi terkait Corona di Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (10/3) siang.

Menurut Agus, ASDP mengintensifkan pemeriksaan suhu tubuh ini selama 24 jam melibatkan petugas dan Kesehatan Pelabuhan. Dua alat pendeteksi tubuh infrared disediakan untuk pemeriksaan itu.

Pemeriksaan dilakukan seusai pada penumpang pejalan kaki masuk ke lobi loket tiket Pelabuhan. Di lobi tersebut juga terdapat pos kesehatan Pelabuhan yang juga menyediakan ruang pemeriksaan kesehatan.

Baca juga:  Dirjen Perhubungan Darat Sidak Kesiapan Arus Mudik di Gilimanuk

SOP ini berlaku bagi seluruh penumpang khususnya pejalan kaki yang hendak menyeberang ke Banyuwangi. “Termasuk turis yang hendak keluar Bali kita lakukan pengecekan suhu tubuh itu, ” ujar Agus.

Yang menjadi perhatian petugas adalah penumpang yang diketahui suhu tubuhnya lebih dari 38 derajat. Ketika hal itu ditemukan maka akan dilakukan pemeriksaan medis oleh petugas kesehatan Pelabuhan dan dilakukan pendataan.

Bila, memang ada riwayat atau ciri virus (suspect) yang dimaksud maka akan ditindaklanjuti lebih lanjut. Tetapi bila dari riwayat tidak mengarah pada virus yang dimaksud maka penumpang diperbolehkan melanjutkan perjalanan tetapi tetap akan dilakukan pendataan.

Seperti Senin, saat pemeriksaan suhu tubuh ada pengguna jasa yang panasnya 38,1, setelah diperiksa ternyata memang diketahui ada sakit dan sudah berobat di Denpasar. “Sekarang sudah melanjutkan ke Jawa dan sudah disarankan dari KKP (kesehatan Pelabuhan),” tambahnya. (Surya Dharma/balipost)