Gubernur Bali Wayan Koster. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tim Penggerak PKK mempunyai struktur organisasi yang melebihi dari partai dan organisasi lainnya. Kepengurusan organisasi PKK ada dari pusat, provinsi, Kabupaten, kecamatan, desa, dusun hingga di tingkat rumah tangga, diharapkan dapat mendukung program pembangunan pemerintah provinsi Bali.

PKK agar mendukung program Gubernur dalam hal pembatasan timbunan plastik sekali pakai, pengolahan sampah berbasis sumber, hingga penggunaan busana adat Bali setiap hari purnama tilem, hari Kamis serta peringatan HUT pemerintah Provinsi Bali. Selain itu, Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka Jambore Kader PKK juga mengajak PKK untuk berpartisipasi mengawasi perkembangan isu virus corona.

PKK dapat berperan dalam mengecek usaha dan industri yang dilakukan oleh ibu PKK. Seperti halnya kerajinan tenun, dimana benang- benang yang digunakan berasal dari sejumlah negara. “Saat ini ada beberapa negara yang menghentikan ekspornya, apakah berpengaruh pada produksi tersebut? Ini agar dipantau, jika ada kesulitan terhadap hal itu bisa segera dilaporkan ke masing-masing kepala daerah di masing wilayah sehingga nantinya bisa diselesaikan secara besama,” katanya.

Baca juga:  Cegah Penyebaran COVID-19, Ini Arahan Bupati Suwirta untuk Sekolah dan Kantor Pelayanan

Sementara, Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengatakan, COVID-19 merupakan persoalan dunia yang sudah ditangani oleh para ahlinya. PKK dalam hal ini berperan mensosialisasikan, dan tidak memperkeruh suasana dan membuat panik.

PKK dalam melakukan pencegahan dengan melakukan pola hidup bersih, yang merupakan salah satu program kerja PKK. Terkait imbas dari isu Corona ini, penurunan atas permintaan hasil kerajinan yang digeluti oleh ibu PKK sebagai sebuah dampak.

Kondisi ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh PKK, namun secara bersama baik pemerintah dan masyarakat itu sendiri. Dalam menghadapi ketidaktentuan atas dampak Corona, para perajin harus waspada. Ketika ada goncangan ekonomi seperti ini juga bisa teratasi. (Agung Dharmada/balipost)