Belakangan sering terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak-anak. Ini tentu sangat memprihatinkan. Kejadiannya bahkan tergolong tinggi, apalagi sekarang anak-anak SMP juga sudah sangat terbiasa bawa sepeda motor ke sekolah.

Bahkan, di luar jam sekolah, banyak anak-anak dibiarkan orangtuanya menggunakan sepeda motor. Ini jelas berisiko. Mudah-mudahan ada pendekatan yang lebih intensif untuk menekan kasus lakalantas yang melibatkan anak-anak usia sekolah.

Saya sebagai orangtua sebenarnya sangat mengapresiasi ketika kabupaten di Bali mulai meluncurkan armada angkutan yang khusus mengantar anak-anak masuk dan pulang sekolah. Ini terobosan sekaligus bentuk kepedulian pemimpin terhadap anak-anak sekolah. Jika memungkinkan hal ini mestinya dijadikan program wajib.

Atau setidaknya, sekolah-sekolah yang lokasinya jauh dari permukiman penduduk memiliki armada angkut yang jelas. Ini juga akan mengurangi beban orangtua yang harus mengantar dan menjemput anaknya. Mereka bisa fokus bekerja. Jadi lewat kolom Surat Pembaca Bali Post ini saya berterima kasih kepada kepala daerah yang telah menjaga keselamatan anak-anak sekolah saat menuju dan pulang dari sekolah.

Baca juga:  Pick-Up Kecelakaan Tunggal, 1 Penumpang Tewas

Desak Putri Sutini

Denpasar, Bali