Atlet melakukan tes fisik. (BP/dar)

GIANYAR, BALIPOST.com – Deteksi kekurangan atlet serta untuk menentukan metode latihan yang tepat, KONI Gianyar bekerja sama dengan IKIP Budi Utomo Malang melakukan tes fisik. Atlet yang dites adalah yang tergabung dalam atlet Puslag (Pusat Latihan Atlet Gianyar).

“Tes ini dilakukan untuk memudahkan pelatih dalam membuat program latihan, jadi pelatih dapat mengetahui kekurangan setiap individu atlet dan bisa menerapkan program latihan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh atlet,” ujar CEO penguji Hari Pamungkas saat di Gor Kebo Iwa Gianyar, Minggu (8/3).

Harapannya dengan diketahui kekurangan setiap individu atlet dapat meminimalisisr terjadinya program latihan yang kurang tepat. Sehingga dapat meningkatkan prestasi atlet.

Dikatakannya tes fisik yang diberikan pada setiap cabor tentunya berbeda karena disesuaikan dengan kebutuhan atlet. “Semua komponen yang dites penting untuk atlet, karena tes setiap cabor berbeda. Ada yang butuh konsentrasi, ada yang butuh kekuatan, dan kelincahan yang tentu setiap aspeknya berbeda. Kenapa item tes berbeda, karena kita pakai real gamenya seperti apa, jadi tesnya akan disesuaikan,” pungkas Hari.

Baca juga:  Pande Purwatha Pimpin KONI Gianyar

Sementara Ketua Umum Koni Gianyar Pande Made Purwata berharap semua atlet yang tergabung dalam Puslag bisa menjadi atlet berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional. Karena target Puslag bukan saja pada tingkat Porprov Bali tapi sampai ke tingkat nasional bahkan olimpiade. “Puslag merupakan program terobosan untuk mempersiapkan atlet sampai bisa mewujudkan prestasi hingga tingkat internasional,” tuturnya.

Ditambahkannya Koni Gianyar sangat berambisi, berniat, agar banyak atlet Gianyar bisa berlaga di tingkat nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), Asian Games bahkan Olimpiade. Melalui Puslag diharapkan atlet dididik atau ditempa agar menjadi atlet profesional dan berprestasi. Serta mampu mengangkat nama Gianyar di bidang keolahragaaan.

Atlet yang tergabung dalam Puslag merupakan yang telah meraih medali Emas, Perak dan Perunggu pada Porprov Bali di Tabanan. Namun atlet yang belum dapat medali tetap juga perhatikan dengan meningkatkan dana pembinaan. “Ini juga termasuk bagian motivasi atlet agar mampu berprestasi dan tergabung kedalam Puslag,” terang Pande Purwata. (Agung Dharmada/balipost)