Atlet PON Papua sedang menjalani tes fisik. (BP/Ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – KONI Bali kembali menjadwalkan tes fisik dan stamina bagi atlet PON Papua, pada Sabtu (29/5) mendatang. Tujuannya, untuk mengetahui sejauh mana kebugaran tubuh para atlet, sebelum mereka berlaga ke PON Papua. Apalagi, jadwal pelaksanaan PON semakin mepet.

Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, di Denpasar, Selasa (18/5) menerangkan, sisa waktu efektif tinggal tiga bulan, mengingat ada beberapa cabor yang mendahului. Ia mencontohkan, cricket bertolak ke Bumi Cendrawasih pada 20 September. “Cabor cricket mulai dipertandingkan pada 22 September,” ucap Suwandi.

Baca juga:  Calo Tiket Bantai Temannya, Sebelum Membunuh Pelaku dan Korban Rebutan Pisau

Dikemukakan, hasil tes fisik mencerminkan kondisi nyata kebugaran atlet. “Jika fisik dan staminanya drop, maka tugas pelatih untuk membenahi, mumpung masih ada sisa waktu,” ujarnya. Ia memaklumi, selama pandemi covid-19 ini pola latihan atlet tidak beraturan, ada yang berlatih tiap hari, namun ada pula atlet yang berlatih sekali dalam sepekan.

Ia menambahkan, target kontingen Bali pada PON Papua menyabet 20-30 keping emas. Kalau dibandingkan pada PON sebelumnya di Jabar 2016 silam, Bali meraup 20 emas dan bercokol pada peringkat keenam. “Untuk PON Papua ini, kami hanya mematok target perolehan medali emas, kami tidak lagi berbicara soal peringkat,” kilah dia.

Baca juga:  Pascaerupsi, 10.000 Ekor Ternak Belum Dievakuasi Dari Zona Rawan

Alasannya, pandemi covid-19 ini pola latihan kurang maksimal, ditambah dana cekak. Oleh sebab itu, Suwandi menyarankan cabor-cabor supaya menggelar try in, dibandingkan melakukan try out. “Seandainya cabor mengadakan event di Bali, kami sangat mendukung. Pertimbangannya, para atlet bisa mengukur kemampuan meladeni atlet provinsi lainnya, dibandingkan harus uji coba ke luar Bali,” papar dia.

Suwandi juga memahami para atlet beberapa cabor perlu berangkat lebih awal, guna melakukan adaptasi. Misalnya, cabor layar dituntut harus bisa memahami kekuatan tiupan angin, serta arus dan gelombang air laut. Cabor lain seperti panjat tebing juga bisa berangkat lebih awal, guna berlatih memahami medan dan tingkat kesulitan papan panjat.

Baca juga:  Jabali Crossing, Daya 2.500 MW akan Masuk ke Bali

Suwandi juga menegaskan, untuk pelaksanaan PON Papua ini, kontingen Bali tidak mengklasifikasikan dalam berbagai grade, seperti cabor unggulan masuk grade I. “Kami tidak lagi membagi cabor dalam grade, tetapi seluruh atlet dari berbagai cabor diminta mendulang medali emas sebanyak-banyaknya,” ucapnya. (Daniel Fajry/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *