Logo "We Love Bali Movement." (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Selama ini banyak pihak yang menikmati keuntungan dari pariwisata Bali. Ketika Bali mengalami kesulitan karena wabah virus Corona, maka menjadi tanggung jawab bersama untuk ikut menyelamatkannya. Bersatunya pengusaha, pemerintah dan masyarakat, didasari rasa cinta terhadap Bali, akan membawa Bali ke luar dari krisis.

Bali menghadapi dilema terkait wabah virus Corona. Di satu sisi, kehidupan ekonomi yang sangat tergantung dari kedatangan wisatawan. Sementara di sisi lain, kedatangan wisatawan asing dari berbagai negara, berisiko membawa penyebaran virus Corona masuk ke Bali.

Di antara dua sisi tersebut, yang pasti ekonomi Bali dipastikan akan mengalami kemunduran.
Pada tingkat yang krusial, kemunduran ekonomi Bali dapat berdampak luas. Beban yang ditanggung Bali saat ini sangatlah besar akibat pertumbuhan ekonomi telanjur kuat dalam beberapa periode.

Masalah-masalah tersebut dipicu oleh ketergantungan yang sangat besar terhadap pariwisata tanpa adanya kekuatan alternatif. Dalam jangka pendek, daya beli masyarakat berisiko menyeret ekonomi ke titik rendah.

Di saat krisis seperti sekarang, langkah kebersamaan diperlukan. Semua komponen yang selama ini menikmati keuntungan dari pariwisata Bali segera turun tangan memberikan bantuan.

Baca juga:  AS Catatkan Rekor Jumlah Kematian COVID-19 Harian Tertinggi di Dunia

Pemerintah pusat yang selama ini cukup banyak menikmati hasil devisa mesti memberi perhatian lebih terutama untuk menggerakkan pariwisata. Perusahaan-perusahaan milik negara dan juga jaringan pengusaha internasional yang menguasai sarana akomodasi di Bali saatnya berperan menyelamatkan Bali.

Pemerintah Bali telah merancang gerakan, bagaimana Bali tetap survive di tengah krisis, bahkan dapat ke luar dari krisis dengan selamat. Rancangan program dalam jangka pendek diperlukan untuk menjaga napas ekonomi Bali. Dukungan kepada gerakan pemerintah Bali dalam bentuk bersama mencintai bali wajib didukung semua komponen.

Namun dalam jangka menengah dan panjang, seluruh komponen juga perlu menyiapkan langkah antisipasi awal terutama jika pariwisata mengalami guncangan. Menjaga keseimbangan sektor penggerak ekonomi agar tidak hanya bergantung pada pariwisata perlu diwujudkan. Tidak hanya sekadar wacana. (Nyoman Winata/balipost)

Ulasan mengenai Bersatu Menyelamatkan Bali dapat dibaca di Harian Bali Post, Sabtu 7 Maret 2020.