Kepala BI KPw Bali, Trisno Nugroho, Jumat (6/3). (BP/jay)

DENPASAR, BALIPOST.com – Saat ini penerbangan dari dan ke Tiongkok ditutup karena wabah COVID-19 melanda. Penutupan dari 5 Februari sudah berlangsung sebulan.

Dampak dari penutupan ini sangat terasa di Bali. Bahkan, sejumlah obyek wisata di Bali mulai mengalami penurunan kunjungan. Sejumlah perusahaan juga sudah melakukan perumahan dan menjadwal pekerjanya serta menganjurkan mereka mengambil cuti.

Untuk menghadapi kondisi ini, ada dua skenario yang disiapkan BI menghadapi ini, yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Menurut Kepala BI KPw Bali, Trisno Nugroho, Jumat (6/3), skenario jangka pendek jika penerbangan tutup 2 bulan, maka recovery selama 6 bulan, penurunan wisman -6,26 persen. Jika penerbangan tutup 3 bulan, maka recovery dilakukan selama 7 bulan.

Baca juga:  8 Penerbangan "Cancel," Aktivitas Bandara Ngurah Rai Masih Normal

Pertumbuhan ekonomi Bali yang diproyeksikan tumbuh 5,6 persen sebelum outbreak 5,6 -6 persen dengan adanya outbreak pertumbuhan ekonomi Bali terkoreksi menjadi 4,6 – 5 persen tahun 2020 karena kontribusi pariwisata cukup besar yaitu 48 persen lebih. (Citta Maya/Pramana Wijaya/balipost)