Suasana Catus Pata di Ubud yang biasanya ramai pada Rabu (3/3) nampak lengang. (BP/dok)

GIANYAR, BALIPOST.com – Virus corona memang sudah berdampak signifikan terhadap pariwisata di Kabupaten Gianyar. Salah satu indikasinya, jalanan di kawasan Ubud yang biasanya macet, Selasa (3/3) nampak lengang.

Dikonfirmasi terkait ini, Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, Anak Agung Gede Putrawan menjelaskan kunjungan pada Januari 2019 tercatat sebanyak 102.040 orang. Realisasi retribusi Rp 4,6 miliar lebih.

Sementara di Januari 2020 ada peningkatan kunjungan wisatawan menjadi 116.452 orang dengan realisasi retribusi Rp 5,2 miliar lebih. “Bila melihat Januari tahun ini dengan Januari 2019 memang terjadi peningkatan kunjungan,” katanya.

Namun di Februari, jumlah kunjungannya merosot puluhan ribu orang bila dibandingkan bulan sebelumnya. Kunjungan Februari 2020 hanya mencapai 92.207 orang atau turun sebanyak 24.245 orang bila dibandingkan Januari 2020.

Dibandingkan periode sama tahun lalu pun terjadi penurunan kunjungan. Di Februari 2019 tercatat kunjungan 102.864 orang dengan nilai realisasi retribusi Rp 4,6 miliar lebih. “Jadi selama Februari ini terjadi penurunan dibandingkan Februari tahun lalu, penurunan 10 ribu lebih wisatawan,” bebernya.

Baca juga:  Dampak Status Awas Gunung Agung, Wisatawan Grup Banyak Batal ke Bali

Dikatakan, memasuki Maret ini diperkirakan masih akan terjadi penurunan kunjungan dibandingkan Maret tahun lalu. Apalagi saat ini sudah dipastikan ada dua warga positif corona di Indonesia. “Kita belum tahu di Maret ini. Prediksinya menurun sampai kondisi global normal,” terangnya.

Penurunan ini terjadi, dinilainya, karena warga megara asing akan menaati travel advisory yang dikeluarkan pemerintahnya. Selain itu wisatawan saat ini lebih memilih untuk diam di rumah sendiri, dibandingkan bepergian ke luar negeri. “Istilahnya, kalau berwisata bisa ditunda, namun kalau sakit kan harus segera diobati,” tandasnya.

Disinggung terkait wisatawan domestik, Kadisparda juga memprediksi akan terjadi penurunan. Karena saat ini pemerintah Indonesia sendiri sudah mengeluarkan imbauan untuk menghindari keramaian, salah satunya tentu menghindari tempat wisata. (Manik Astajaya/balipost)